Ekonom Kritik Wacana Redenominasi Rupiah: Argumentasi Menyesatkan!
JAKARTA, iNews.id - Pakar ekonomi politik Ichsanudin Noorsy mengkritik wacana menyederhanakan nilai mata uang atau redenominasi Rupiah yang belakangan berkembang. Dia menilai wacana itu merupakan argumen yang menyesatkan.
"Terlepas ditunda atau tidak ditunda, argumentasi-argumentasi yang dibangunnya adalah argumentasi-argumentasi menyesatkan," kata Ichsan dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Demokrasi Digital, Berpikir Kritis Tanpa Drama' di iNews, Jumat (28/11/2025).
Dia mengungkapkan alasan mengkritik redenominasi. Sebab, wacana itu digaungkan tanpa kajian yang panjang.
"Karena hanya bermain dalam analisis satu hari, dua hari, satu bulan atau setahun paling lama," ujarnya.
Padahal, kata dia, redenominasi perlu dilihat sampai berapa jauh tantanan struktur ekonomi dari sumber daya sampai distribusi yang dilengkapi dengan kajian inovasi.
"(Jadi) tidak sesederhana itu bicara redenominasi. Kajiannya tiga, dia bicara inflasi, dia bicara nilai tukar, dia bicara suku bunga," ujarnya.