Eks Hakim Tinggi Jakarta soal Kematian Sutrimo: Hipotesis Saya Terjadi Pembunuhan Berencana
"Dari berbagai strategi tadi: (korban) ditelepon supaya datang ke Jakarta kembali. (Sutrimo mengatakan) 'tidak ada ongkosku', dikirim, dibayarin, oke. Kemudian kenapa harus dijemput, bahkan dua orang dari sana? Kenapa harus istimewa mengawalnya ada? Kan begitu. Kemudian ditempatkan di rumah kosong yang barangkali tidak ada di sana CCTV. Tidak lama kemudian dia meninggal dunia," ujarnya.
Tak hanya itu, kata dia, kondisi fisik korban saat meninggal juga menjadi tanda tanya besar. Oleh karena itu, Binsar memandang bahwa kondisi tersebut harus dikaji terlebih soal penyebab almarhum Sutrimo ditemukan dalam kondisi mulut berbusa.
"Apakah itu memang benar karena racun atau bagaimana?" katanya.
Tak hanya soal pembunuhan, Binsar juga mencium adanya upaya penghalangan penyidikan atau obstruction of justice dalam kasus ini. Dia menilai ada pihak-pihak yang mencoba merintangi penegakan hukum untuk membuka tabir kematian Sutrimo.
"Di sini kan obstruction of justice itu telah terjadi di sana. Ini pun nanti menjadi kasus baru yang menghalang-halangi, merintangi penegakan hukum untuk membuka tabir ini. Ini harus polisi di sini bekerja keras," katanya.
Editor: Reza Fajri