Eks Menpora Dito Ungkap Jokowi dan Pemerintah Saudi Bahas Haji saat Makan Siang
JAKARTA, iNews.id - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menjadi saksi di sidang kasus dugaan korupsi kuota haji, Kamis (10/9/2026). Dito menjadi saksi karena pernah mendampingi kunjungan kerja Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) ke Arab Saudi pada 2023 lalu.
Dito memberi penjelasan terkait dirinya bisa mendampingi Jokowi ke Arab Saudi, yang kemudian Indonesia mendapat kuota haji tambahan.
"Kami mendampingi Bapak Presiden sesuai yang ada kerja sama dengan diminta oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi, salah satunya ada olahraga, ada perdagangan, energi, dan kalau tidak salah terorisme juga, dan badan halal juga. Jadi menteri yang ikut yang memang sebelumnya diatur oleh Kementerian Luar Negeri," kata Dito dalam sidang kasus yang menjerat eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ini.
Menurutnya, pada pertemuan awal tidak ada pembahasan spesifik terkait tambahan kuota haji. Dia menjelaskan, pembahasan soal haji muncul saat makan siang usai rangkaian pertemuan bilateral.
"Sebenarnya untuk spesifik tidak ada, itu (bahas haji) terjadi pada saat makan siang. Pada saat agenda terakhir," ujarnya.
Dito menambahkan, dalam kesempatan tersebut tidak ada pembahasan berapa kuota tambahan yang diberikan. Menurutnya, terdapat rapat lanjutan yang tidak dia ikuti.
"Agenda terakhir ya, oke kami lanjut. Apakah saudara mengetahui latar belakang pembicaraan itu dilakukan? Apakah menyangkut antrean yang begitu lama haji Indonesia atau seperti apa?" tanya jaksa.
"Oh tidak ada, itu hanya pada saat itu yang saya dengar dan ikuti karena pertemuan sudah selesai," kata Dito.
Diketahui, tim penyidik KPK pernah memeriksa Dito Ariotedjo sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2024 pada Jumat (23/1/2026). Dalam pemeriksaan ini penyidik KPK mencecar Dito perihal pengetahuannya soal asal-usul pemberian kuota haji.
"Dalam pemeriksaan hari ini penyidik mendalami terkait dengan asal-usul pemberian tambahan kuota ibadah haji dari Pemerintah Arab Saudi kepada Pemerintah Indonesia," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (23/1/2026).
Editor: Reza Fajri