Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Masyarakat Doyan Scroll, Fathin Pujakesuma: Media Digital Jadi Ladang Informasi
Advertisement . Scroll to see content

Enda Nasution Beberkan Beragam Bentuk Hoaks Terkini, Konten Lucu hingga Berbahaya

Rabu, 26 November 2025 - 22:40:00 WIB
Enda Nasution Beberkan Beragam Bentuk Hoaks Terkini, Konten Lucu hingga Berbahaya
Koordinator #Bijakbersosmed sekaligus COO Suvarna.id, Enda Nasution dalam dialog Sindonews Sharing Session di iNews Media Group Campus Connect (ICC), di Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat, Rabu (26/11/2025). (Foto: Aldhi Chandra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Koordinator #Bijakbersosmed sekaligus COO Suvarna.id, Enda Nasution menekankan pentingnya mencermati konten-konten hoaks di era digital saat ini. Pasalnya, hoaks yang beredar khusunya di media sosial kini beragam bentuknya. 

Hal ini disampaikan Enda dalan dialog Sindonews Sharing Session di ajang iNews Media Group Campus Connect (ICC), di Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat, Rabu (26/11/2025). Dia meminta masyarakat untuk lebih jeli membedakan mana hoaks yang berbahaya dan hiburan.

"Jadi tidak semua hoaks diciptakan sama. Ada yang berbahaya, ada juga yang lucu-lucuan tadi katanya kan," kata Enda.

Lebih lanjut, dia memberikan contoh salah satu hoaks yang dibuat untuk konten hiburan, seperti ketika seorang bayi yang diselamatkan oleh kucing dari serangan harimau. Dia menyebut konten tersebut sepenuhnya dibuat oleh kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

"Nah itu kan sebenarnya bisa dibilang bukan misinformasi yang dimaksudkan tapi juga sebuah ciptaan gitu ya, kayak konten aja jadinya," tuturnya.

"Jadi antara hoaks yang satu dengan hoaks yang lain kita juga perlu cermati yang mana sih yang berbahaya, yang mana yang okelah masih bisa kita toleransi gitu," ucapnya.

Dia meyakini masyarakat Indonesia kini sudah cerdas karena bisa membedakan hoaks yang bersifat hiburan dengan berita bohong yang berbahaya. Keyakinan Enda ini dirasakan ketika Indonesia menghadapi banyaknya hoaks berbahaya ketika Pemilu 2014. 

"Kalau kita mundur ke belakang begitu pertama kali muncul ya yang namanya hoaks ke permukaan ini tahun 2014, didorong oleh tentunya peristiwa politik pada saat itu gitu ya," kata dia.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut