Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkes Pastikan Super Flu Tak Mematikan seperti Covid-19: Gak Usah Khawatir
Advertisement . Scroll to see content

Epidemiolog Unair Buka Suara Soal Transisi Status Endemi di Indonesia

Rabu, 09 Maret 2022 - 17:31:00 WIB
Epidemiolog Unair Buka Suara Soal Transisi Status Endemi di Indonesia
Covid-19. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Transisi endemi tengah ramai dibicarakan di Indonesia. Terkait hal ini, Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair) buka suara. Apa katanya?

Epidemiolog Unair Laura Navika Yamani mengatakan pada dasarnya yang berhak menetapkan status suatu wabah penyakit adalah World Health Organization (WHO). Adapun, hal itu juga harus dilihat dari beberapa indikator, seperti sebaran kasus infeksi, tingkat keparahan gejala klinis yang ditimbulkan, dan mortalitas.

Menurut Laura saat ini kasus harian Covid-19 tengah melandai dalam beberapa minggu terakhir. Sehingga ada kemungkinan status pandemi bisa berubah menjadi endemi oleh WHO.

“Jika kita melihat pelandaian kasus harian dalam beberapa minggu terakhir, ditambah lagi gejala dan mortalitas yang ditimbulkan varian Omicron ini jauh lebih ringan daripada varian awal Covid-19, maka sangat memungkinkan bahwa Covid-19 ini akan diubah statusnya menjadi endemi oleh WHO,” kata dia dikutip dari laman resmi Unair, Rabu (09/03/2022).

Meski saat ini sedang menunjukkan tren penurunan kematian dan pasien positif, kata Laura, status endemi tidak mengubah fakta bahwa Covid-19 merupakan wabah yang mengancam kehidupan manusia.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar masyarakat tetap taat protokol kesehatan 3M walaupun di situasi endemi sekali pun.

“Karena status endemi ini memiliki makna bahwa suatu wabah penyakit yang penyebarannya tidak secepat dan seluas pandemi namun masih menjadi ancaman bagi kesehatan, sehingga masyarakat tidak boleh abai terhadap prokes 3M,” ujar dia.

Laura mencontohkan beberapa kasus endemi di Indonesia, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan flu burung. Meski berstatus endemi, jika terjadi outbreak dan tidak ada upaya intervensi, maka penyakit tersebut bisa kembali menjadi wabah yang mengancam.

Ketika status Covid-19 diturunkan menjadi endemi, Laura mengingatkan agar pemerintah tetap melaksanakan upaya monitoring terhadap kasus Covid-19. Tak lupa, ia meminta agar penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan, minimal memakai masker saat keluar rumah sehingga bisa meminimalisir ledakan kasus Covid-19.

“Sistem surveilans Covid-19 tetap harus dilakukan dan ditingkatkan oleh pemerintah meskipun nantinya status Covid-19 menjadi endemi. Masyarakat  juga harus bijak dalam melakukan aktivitas sosial supaya bisa mencegah terjadinya peningkatan kasus yang signifikan,” ucapnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut