Era Digitalisasi, Ini Pesan Wapres Ma'ruf Amin untuk Dai Muda Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin meminta para dai muda di Indonesia memiliki kompetensi yang profesional. Hal ini penting karena saat ini sedang menghadapi tantangan masyarakat yang semakin kompleks dan majemuk.
Wapres menekankan pentingnya penyiapan metode dakwah yang sesuai dengan situasi masyarakat saat ini.
"Narasi-narasi dakwah kita harus dalam rangka saling menjaga dan menghormati. Ini sangat penting untuk keharmonisan masyarakat serta membangun muslim Indonesia yang kaffah dan selaras dengan nilai-nilai kebangsaan," kata Kiai Ma'ruf saat menerima audiensi Pengurus Pusat Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (PP FKDMI) secara virtual, Kamis (5/11/2020).
Wapres berpesan agar FKDMI turut menerapkan penyiaran dakwah secara digital. Metode ini dinilai lebih efektif dan dapat menjangkau masyarakat lebih luas, serta dapat diakses kapanpun.
PBNU Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW di Istiqlal, Dihadiri Wapres dan Habib Umar
"Terlebih saat ini kita tengah berada dalam situasi pandemi Covid-19 sehingga dakwah secara digital menjadi sangat penting," kata dia.
Mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini berpesan agar FKDMI dapat ikut berperan membangun masyarakat muslim Indonesia yang produktif. Karena itu, perlu inisiatif agar dakwah yang disampaikan dapat menyentuh seluruh sektor kehidupan.
Gus Nur Ditahan, Wapres: Jangan Sampai Medsos Dikotori Hal Tak Produktif
Sementara itu, Ketua Umum PP FKDMI Mohammad Nur Huda melaporkan program-program yang telah dilakukan FKDMI. Termasuk juga menyampaikan pokok-pokok pikiran dan rekomendasi hasil Rakernas FKDMI 2020 yang dilakukan pada akhir Oktober lalu.
Selain itu, kata dia, FKDMI juga telah merencanakan kerja sama dengan beberapa kementerian dan lembaga terkait pengembangan dakwah. Rencananya, pada Desember nanti, FKDMI akan menggelar Peringatan Harlah ke-24.
Hadir pula dalam audiensi Ketua PP FKDMI Bidang Organisasi Ahmad Andi Wibowo, Sekretaris Jendral Nur Rahmat Farhan Jamil, Bendahara Umum Anam Anshori, serta Wakil Sekjen Bidang Organisasi A. Afifuddin.
Editor: Nur Ichsan Yuniarto