Erupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG: Tak Picu Tsunami

Rizki Maulana ยท Sabtu, 11 April 2020 - 09:25 WIB
Erupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG: Tak Picu Tsunami

Ilustrasi letusan Krakatau (dok BMKG)

JAKARTA, iNews.id - Gunung Anak Krakatau erupsi hingga 600 meter, Jumat (10/4/2020) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut tidak ada anomali perubahan permukaan laut akibat erupsi tersebut.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono memastikan tidak ada potensi tsunami akibat erupsi.

"Berdasarkan monitoring muka laut yang dilakukan BMKG menggunakan Tide Gauge dan Radar Wera menunjukkan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau tadi malam tidak memicu terjadinya tsunami," kata Rahmat melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (11/4/2020).

Erupsi Gunung Anak Krakatau kali ini dinilai lebih lemah dibandingkan erupsi yang terjadi 22 Desember 2019.BMKG mencatat erupsi menyebabkan gempa kecil di Selat Sunda dengan magnitudo 2,4.

"Hasil analisis BMKG terkait gempa tersebut menujukkan telah terjadi gempa tektonik di Selat Sunda pada pukul 22.59 WIB dengan magnitudo M 2,4 episenter terletak pada koordinat 6,66 LS dan 105,14 BT tepatnya di laut pada jarak 70 km arah Selatan Baratdaya G. Anak Krakatau pada kedalaman 13 km," kata Rahmat.

Terkait suara dentuman yang didengar warga, Rahmat memastikan hal itu bukan berasal dari gempa. Tidak tercatat ada gempa di Jakarta, Jawa Barat dan banten.

"Terkait suara dentuman yang beberapa kali terdengar dan membuat resah masyarakat Jabodetabek, maka sejak tadi malam hingga pagi hari ini pukul 06.00 WIB hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak terjadi aktivitas gempa tektonik yang kekuatannya signifikan di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Prov. Banten, " kata Rahmat.

Meski demikian, Rahmat mengatakan ada gempa kecil di Selat Sunda. Tapi dia memastikan hal itu tidak berkaitan dengan suara dentuman yang didengar sebagian warga.

" Meskipun ada aktivitas gempa kecil di Selat Sunda pada pukul 22.59 WIB dengan magnitudo M 2,4 tetapi gempa ini kekuatannya tidak signifikan dan tidak dirasakan oleh masyarakat. Berdasarkan data tersebut maka BMKG memastikan bahwa suara dentuman tersebut tidak bersumber dari aktivitas gempa tektonik," kata Rahmat.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq