Fenomena Cuaca Gelombang Panas, Ini Penjelasan BMKG

Yohannes Tobing ยท Senin, 02 Agustus 2021 - 00:39:00 WIB
Fenomena Cuaca Gelombang Panas, Ini Penjelasan BMKG
gelombang panas dipastikan tidak terjadi di Indonesia. (foto AFP)

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Dunia melaporkan terjadinya gelombang panas di wilayah Amerika Utara yang memecahkan beberapa rekor suhu tertinggi. Seperti di wilayah British Columbia Kanada setinggi 49.6 °C dan 47.7 °C di Phoenix Arizona pada pertengahan bulan Juni 2021. 

Dari peristiwa ini berdampak luas pada kehidupan manusia maupun ekosistem. Pada minggu pertama bulan Agustus 2021, sedang berlangsung kejadian gelombang panas di Eropa yang diprediksi bisa mencapai suhu 40-45 °C di wilayah Eropa Selatan. 

Gelombang panas atau dikenal dengan Heatwave merupakan fenomena cuaca di mana suhu udara panas terjadi lebih tinggi 5 °C dari rata-rata suhu maksimum hariannya, dan berlangsung selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut.

Melihat fenomena gelombang panas ini memang biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Amerika, Eropa dan Australia, dan terjadi pada wilayah yang memiliki massa daratan yang luas. 

Secara dinamika atmosfer hal tersebut, dapat terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah disebabkan adanya anomali dinamika atmosfer yang mengakibatkan aliran udara tidak bergerak pada wilayah yang luas, misalnya saat terbentuknya sistem tekanan tinggi dalam skala yang luas dan bertahan cukup lama. 

Bagaimana dengan gelombang panas dan dampaknya untuk wilayah Indonesia? Secara geografis, wilayah Indonesia berada di wilayah ekuatorial, sehingga memiliki karakteristik dinamika atmosfer yang berbeda dengan wilayah lintang menengah-tinggi. 

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2