Fenomena Lipstick Effect, Rupiah Melemah tapi Mal dan Kafe Tetap Penuh
Dalam situasi penuh tekanan, masyarakat cenderung menahan pembelian besar seperti mobil atau liburan mahal. Sebagai gantinya, mereka tetap membeli hiburan kecil atau kebutuhan yang dianggap masih terjangkau untuk menjaga suasana hati.
Komisi XI DPR Perintahkan BI Kembalikan Rupiah ke Rp16.500 per Dolar AS
Fenomena tersebut dinilai kini mulai terlihat di Indonesia. Masyarakat masih ramai nongkrong di kafe, staycation, membeli skincare hingga gadget meski kondisi ekonomi sedang dibayangi pelemahan rupiah dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Orang nggak beli mobil baru, tapi beli kopi Rp80 ribu. Orang nggak liburan ke Jepang, tapi staycation di hotel bintang tiga,” tulis akun itu.
Gubernur BI usai Bertemu Prabowo di Istana: Yakin Rupiah Stabil
Dalam unggahan tersebut dijelaskan, ramainya pusat perbelanjaan atau coffee shop belum tentu menjadi indikator ekonomi sedang baik. Sebaliknya, kondisi itu disebut sebagai bentuk pelarian masyarakat dari tekanan hidup dan kondisi ekonomi yang semakin berat.
“Mall rame bukan karena ekonomi baik. Mall rame karena orang butuh pelarian murah dari kenyataan yang mulai berat,” kata unggahan tersebut.
Dikritik DPR gegara Rupiah Terus Melemah, Gubernur BI: Juli-Agustus Akan Menguat!