Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Magnitudo 5,8 kembali Guncang NTT Pagi Ini, Tak Berpotensi Tsunami
Advertisement . Scroll to see content

Gempa Susulan Masih Mengguncang NTT, Kepala BNPB: Jangan Panik tapi Waspada

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:29:00 WIB
Gempa Susulan Masih Mengguncang NTT, Kepala BNPB: Jangan Panik tapi Waspada
Kepala BNPB Suharyanto menemui warga di Desa Peozaka Ramba, Ende, NTT (dok. BNPB)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah warga di Pulau Flores masih memilih bertahan di tenda yang didirikan di depan rumah mereka setelah gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026). Rasa takut dan trauma akibat guncangan kuat membuat sebagian warga belum berani kembali beraktivitas secara normal di dalam rumah, meski kondisi berangsur kondusif.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam penanganan pascagempa. Rasa takut merupakan hal yang wajar dirasakan masyarakat setelah mengalami guncangan besar. Namun, masyarakat diimbau agar tidak membiarkan rasa takut berkembang menjadi kepanikan yang justru dapat mengganggu aktivitas dan proses pemulihan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menemui penyintas di Desa Peozaka Ramba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Rabu (19/8/2026). Dia menyampaikan, masyarakat perlu memahami kondisi kegempaan berdasarkan informasi dan kajian dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Suharyanto menjelaskan, gempa susulan masih dapat terjadi setelah gempa utama. Namun, berdasarkan hasil pemantauan BMKG, gempa susulan yang terjadi cenderung memiliki kekuatan lebih kecil dibandingkan gempa utama. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami situasi secara lebih proporsional, sehingga tetap waspada tanpa diliputi ketakutan yang berlebihan.

“Jangan panik, tetapi tetap waspada. Selama 2-3 minggu ke depan menurut BMKG gempa susulan itu mungkin masih terjadi. Tetapi gempa-gempa itu tidak sebesar gempa utama (Magnitudo 7,7). Bahkan jika ada isu akan terjadi tsunami menurut BMKG itu tidak mungkin. Ini menurut riset ilmu pengetahuan,” kata Suharyanto.

Menurutnya, kewaspadaan tetap menjadi hal utama, terutama bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan. Warga diminta tidak memasuki bangunan yang telah mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Pilihan untuk sementara tinggal di tenda di sekitar rumah dapat dilakukan apabila kondisi rumah belum dipastikan aman.

“Kalau rumahnya rusak cukup parah, jangan masuk dulu. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Tetapi bagi rumah yang aman dan sudah diperiksa, masyarakat tidak perlu takut secara berlebihan. Tetap ikuti informasi resmi, jangan percaya pada kabar yang tidak jelas sumbernya,” katanya.

BNPB juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan setiap getaran kecil sebagai alasan untuk panik. Sebaliknya, setiap getaran harus disikapi dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan yang benar, seperti melindungi diri, menjauh dari bangunan yang berisiko, serta mengikuti prosedur keselamatan yang telah disosialisasikan.

“Yang kita perlukan sekarang adalah tenang dan waspada. Jangan panik, tetapi juga jangan lengah. Dengarkan informasi dari sumber resmi. Pemerintah akan terus berada di tengah masyarakat dan memastikan kebutuhan serta keselamatan masyarakat menjadi prioritas,” kata Suharyanto.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut