Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Anggaran Pemulihan Pascabencana Banjir Sumatra Diprediksi Tembus Rp59 Triliun, Terbanyak untuk Aceh
Advertisement . Scroll to see content

Gerindra: Era Ahok Ada Selisih Rp1,2 T di KUA-PPAS, PSI Jangan Terlalu Genit

Rabu, 06 November 2019 - 19:37:00 WIB
Gerindra: Era Ahok Ada Selisih Rp1,2 T di KUA-PPAS, PSI Jangan Terlalu Genit
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra, M Taufik, mengkritik politikus dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang diduga membocorkan dokumen Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran (KUA-PPAS) DKI Jakarta 2020 ke media sosial. Dia meminta partai pendatang baru itu tidak usah terlalu mencari perhatian publik dengan berperan bak pahlawan.

“Sebenarnya enggak ada yang istimewa. Cuma genitnya aja yang buat saya harus dikurangi dikit,” kata Taufik saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019).

Menurut dia, draf KUA-PPAS yang dibocorkan politikus PSI William Aditya Sarana lewat media sosial itu masih bersifat sementara. Kekeliruan penulisan angka dalam draf itu pun dinilai Taufik lazim ditemukan pada saat proses penggodokan anggaran. Namun, dia menyayangkan reaksi William mengunggah dan menyebarluaskan draf itu melalui akun sosial media sehingga berujung polemik.

Taufik pun bercerita, pada masa pemerintahan gubernur sebelumnya yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dia juga pernah menemukan angka janggal di KUA-PPAS. Namun, temuan itu tak lantas menjadi polemik di publik lantaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mengajukan anggaran itu langsung dipanggil dan dimintai klarifikasi.

“Dulu (era Ahok) temuan ini juga ada. Dulu saya temukan selisih Rp1,2 triliun, tapi saya enggak buka ke publik,” tuturnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut