Gerindra Tegaskan Belum Sodorkan Nama Calon Menteri ke Jokowi

Felldy Utama ยท Rabu, 31 Juli 2019 - 13:54 WIB
Gerindra Tegaskan Belum Sodorkan Nama Calon Menteri ke Jokowi

Wakil Ketua Umum (Wakteum) DPP Partai Gerinda Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Pertemuan Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sempat memunculkan isu akan bergabungnya Partai Gerindra ke dalam Pemerintahan Jokowi dan KH Ma'ruf Amin. Apalagi, dalam pertemuan itu, Prabowo dan Megawati juga membahas desain dan struktur pemerintahan.

Wakil Ketua Umum (Wakteum) DPP Partai Gerinda Sufmi Dasco Ahmad memastikan, hingga saat ini pihaknya belum menyerahkan satu nama calon menteri ke Jokowi untuk mengisi Kabinet Kerja jilid II.

"Sementara belum ada. Kami tidak bicara orang perorang," katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (31/7/2019).

BACA JUGA:

Gerindra Disebut Bakal Gabung Koalisi Jokowi, Ini Respons Perindo

Megawati-Prabowo Bertemu, Ini 3 Kemungkinan Perubahan Peta Koalisi Jokowi

Pertemuan Mega-Prabowo Juga Bahas Desain dan Struktur Pemerintahan

Hal itu disampaikan Dasco saat menanggapi beredarnya kabar seperti Sandiaga Salahuddin Uno, Edhy Prabowo, dan Fadli Zon yang disebut telah diajukan sebagai calon menteri.

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI ini menyampaikan, Prabowo saat itu masih berbicara konsep membantu pemerintah apabila memang diperlukan. Konsep itulah yang disampaikan Prabowo dalam pertemuannya dengan Megawati.

"Konsep mengenai ketahanan pangan, energi, ketahanan ekonomi ini yang sedang kami siapkan. Kami tidak bicara orang perorang dan belum sodorkan nama-nama," tutur Dasco.

Pembahasan terkait desain dan struktur pemerintahan dalam pertemuan Prabowo dengan Megawati pada Rabu, 24 Juli 2019 itu, disampaikan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto.

"Kalau berbicara orang-perorang banyak yang ingin jadi menteri. Kita berbicara bagaimana desain pemerintahan ke depan. Strukturnya kabinetnya yang menjabarkan semangat Trisakti dari Bung Karno baru kita berbicara tentang orang perorang,” ujarnya di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.

Selain itu, kata dia, kedua tokoh nasional tadi juga turut membahas persoalan bangsa dan negara, termasuk soal kriteria yang pas untuk membantu presiden di kabinet. "Terlebih siapa yang akan membantu presiden perlu kontemplasi, perenungan yang mendalam, perlu pengecekan seluruh profiling dari calon tersebut dan Ibu Mega menegaskan itu hak prerogatif presiden," tutur Hasto.


Editor : Djibril Muhammad