Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Netanyahu Tewas Dirudal? Klaim Media Iran Picu Spekulasi Global
Advertisement . Scroll to see content

GP Ansor Minta Rencana PPN Naik Jadi 12 Persen Ditunda: Ekonomi Sedang Tidak Baik

Rabu, 18 September 2024 - 10:38:00 WIB
GP Ansor Minta Rencana PPN Naik Jadi 12 Persen Ditunda: Ekonomi Sedang Tidak Baik
GP Ansor meminta pemerintah menunda rencana menaikkan PPN menjadi 12 persen pada 2025. Sebab, kondisi perekonomian sedang tidak baik-baik saja. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Keuangan dan Perpajakan Pengurus Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor meminta rencana pemerintah menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen per Januari 2025 ditunda. Kebijakan ini dianggap sangat memberatkan bagi pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta masyarakat yang masih berjuang untuk pulih dari dampak pandemi.

Ketua Badan Keuangan dan Perpajakan PP GP Ansor Muhammad Arif Rohman menilai kenaikan PPN akan meningkatkan biaya operasional bagi Perusahaan selaku produsen. Kebijakan ini juga dinilai akan berdampak terhadap kenaikan harga dan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat selaku konsumen.

"Selain itu beberapa indikator ekonomi juga menunjukkan bahwa kondisi perekonomian kita sedang tidak baik- baik saja. Deflasi sudah terjadi dalam empat bulan terakhir, gelombang PHK semakin meluas, kondisi sektor manufaktur yang terpuruk, nilai tukar yang melemah, kemudian inflasi pangan yang relatif tinggi serta persentase kelas menengah yang semakin menyusut," ujar Arif dalam keterangan tertulis, Rabu (18/9/2024).

Dia menyatakan, GP Ansor memahami pemerintah harus meningkatkan penerimaan negara untuk membiayai pembangunan. Hanya saja, menaikkan tarif PPN bukanlah solusi yang tepat di tengah kerentanan kondisi ekonomi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut