Gubernur Nurdin Abdullah Tersangka, Ketua KPK : Jangan Pikir Orang yang Raih Penghargaan Tak Korupsi

Okezone, Haryudi ยท Minggu, 28 Februari 2021 - 05:10:00 WIB
Gubernur Nurdin Abdullah Tersangka, Ketua KPK : Jangan Pikir Orang yang Raih Penghargaan Tak Korupsi
Ketua KPK Firli Bahuri (Foto: iNews.id/Dok)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan jangan pernah berpikir orang yang mendapatkan penghargaan antikorupsi, tidak akan korupsi. Buktinya, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah terkena operasi tangkap tangan (OTT) kerena diduga terkait kasus suap dan gratifikasi.

Padahal Nurdin Abdullah telah beberapa kali menerima penghargaan sebagai tokoh antikorupsi.

"Jangan berpikir bahwa orang yang sudah menerima penghargaan tidak akan melakukan korupsi," kata Firli dalam konferensi pers di Gedung KPK, Minggu (28/2/2021).

Firli mengemukakan, korupsi itu pertemuan antara kekuasaan, keserakahan dan rendahnya integritas. "Kami berharap seluruh penyelenggara negara kita yang diberi mandat amanat rakyat, jauhi korupsi. Setidaknya ada 30 jenis korupsi yang disebutkan dalam UU Tindak Pidana Korupsi," ujarnya.

Selain itu, pihaknya mengimbau kepada penyelenggara negara untuk berkomitmen agar tidak korupsi, membangun, menjaga dan memelihara integraitas dirinya.

"Pemberantasan korupsi tidak hanya tindakan, tapi pendidikan ke masyarakat agar integritas meningkat, tidak korupsi," tutur Firli.

Diketahui, Nurdin Abdullah menerima uang sebesar Rp5,4 miliar dari sejumlah kontraktor termasuk pengusaha Agung Sucipto, pemilik PT Agung Perdana Bulukumba. 

Nurdin Abdullah ditangkap KPK, Sabtu (27/2/2021)  karena menerima uang Rp2 miliar dari Agung Sucipto melalui Edy Rachmat, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pemprov Sulsel. 

"Selain itu, NA juga diduga menerima uang dari kontraktor lain di antaranya sebagai berikut pada akhir tahun 2020, NA menerima uang sebesar Rp200 juta. Pertengahan Februari 2021, NA melalui SB menerima uang Rp1 miliar dan awal Februari 2021, NA melalui SB menerima uang Rp2,2 Miliar," tuturnya. 

Editor : Agus Warsudi