Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi 13 Kali, Ini Kondisinya
Berdasarkan pengamatan pada 9-10 September 2026, Gunung Anak Krakatau terlihat jelas hingga tertutup kabut. Pengamatan visual juga menunjukkan terjadinya erupsi, meski tinggi kolom erupsi tidak teramati.
Secara instrumental, tercatat satu kali gempa erupsi, enam kali gempa hembusan, tiga kali gempa low frequency, lima kali gempa hybrid/fase banyak, satu kali gempa vulkanik dangkal, satu kali gempa vulkanik dalam, serta tiga kali gempa tektonik jauh.
Energi aktivitas vulkanik yang tercermin melalui nilai perataan amplitudo Real-time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) berfluktuatif dengan energi rendah.
Sementara itu, data tiltmeter Stasiun Tanjung dan Lava 93 menunjukkan kecenderungan mendatar sebagai indikasi konstan, tanpa adanya peningkatan maupun penurunan.
Meski aktivitas vulkanik menunjukkan kecenderungan menurun, status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga.