Hadapi Era Digitalisasi, Menteri PANRB: Lulusan BSSN Dituntut Jadi Benteng Pertahanan Siber Negara
"Saudara tidak hanya akan menjadi pengguna teknologi. Saudara akan menjadi orang yang ikut memastikan teknologi tersebut dapat digunakan secara aman. Ketika AI digunakan, Saudara harus memahami manfaat sekaligus risikonya. Ketika data semakin banyak dipertukarkan, Saudara harus memahami bagaimana data tersebut dilindungi," tegasnya.
Dalam sebuah orasi ilmiah yang penuh motivasi, Menteri Rini menekankan bahwa kewenangan digital merupakan sebuah amanah besar yang menuntut tanggung jawab tinggi. Para lulusan dan talenta digital baru diingatkan bahwa pengetahuan dan akses eksklusif yang dimiliki harus diimbangi dengan nilai-nilai integritas yang kuat.
Menurutnya, untuk menghadapi kompleksitas masa depan, Indonesia membutuhkan talenta digital terintegrasi yang merangkum tiga pilar utama, yaitu head, hand, dan heart.
"Pilar pertama adalah head (kompetensi). Para praktisi digital dituntut untuk berpikir strategis berbasis ilmu dan data. Pilar kedua, hand (eksekusi), menekankan bahwa ilmu pengetahuan baru akan benar-benar bermanfaat ketika berhasil diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Pilar ketiga, sekaligus yang paling krusial adalah heart (karakter). Mengingat sistem, data, dan informasi yang dikelola bersifat sangat vital bagi negara, peningkatan kemampuan dan akses wajib diiringi dengan tanggung jawab yang besar," ungkapnya.
Sebelum menutup arahan, Menteri Rini berpesan agar para wisudawan dan wisudawati selaku garda depan transformasi digital untuk menguasai teknologi, pahami risiko, jaga amanah, terus beradaptasi, serta harus memberikan dampak bagi masyarakat.
"Gunakan ilmu yang Saudara miliki untuk memberikan manfaat. Gunakan keahlian Saudara untuk menjaga negara. Dan gunakan setiap kewenangan yang dipercayakan kepada Saudara dengan penuh tanggung jawab," tutupnya.
Editor: Reza Fajri