Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cabai Rawit di Halmahera Utara Tembus Rp150.000 per Kg, Kemendag Kirim Pasokan 7 Ton
Advertisement . Scroll to see content

Harga Referensi CPO November 2026 Turun, Berikut Rinciannya

Selasa, 03 November 2026 - 15:03:00 WIB
Harga Referensi CPO November 2026 Turun, Berikut Rinciannya
Kemendag menetapkan Harga Referensi (HR) komoditas CPO periode 1-30 November 2026 sebesar 978,90 dolar AS per MT. (Foto:iNews.id/Suharli)
Advertisement . Scroll to see content

Adapun tarif BK biji kakao periode November 2026 ditetapkan sebesar 7,5 persen, merujuk pada Kolom Angka 4 Lampiran Huruf B PMK Nomor 38 Tahun 2024 juncto PMK Nomor 68 Tahun 2025. Di saat yang sama, pungutan ekspor (PE) biji kakao dipatok sebesar 7,5 persen berdasarkan Lampiran Huruf C PMK Nomor 69 Tahun 2025 juncto PMK Nomor 9 Tahun 2026.

Untuk komoditas produk kulit, besaran HPE per November 2026 tercatat tidak mengalami perubahan dari periode sebelumnya. Ketetapan harga yang tidak berubah juga berlaku pada HPE keping kayu (chipwood), kayu olahan dengan luas penampang 1.000–4.000 mm² dari jenis hutan tanaman sungkai, serta kayu olahan merbau dengan dimensi penampang 4.000–10.000 mm².

Di sisi lain, tren kenaikan tarif HPE terjadi pada kayu veneer dari hutan alam, kayu lapis kemasan (wooden sheet for packing box), serta kayu olahan dengan penampang 1.000–4.000 mm² dari jenis meranti dan sortimen hutan tanaman jenis akasia serta sengon. Peningkatan juga dialami oleh komoditas getah pinus yang pada November 2026 naik 3 dolar AS atau 0,29 persen menjadi 1.023 dolar AS per MT dibanding bulan Oktober 2026.

Sebaliknya, penurunan nilai HPE membayangi komoditas kayu veneer dari hutan tanaman, kayu kering atau pecahan (wood in chips or particle), kayu olahan dengan penampang 1.000–4.000 mm² jenis merbau, serta sortimen dari jenis eboni dan jati. Penurunan patokan harga ekspor tersebut juga melanda aneka produk yang berasal dari hutan tanaman jenis pinus, gmelina, karet, balsa, hingga eukaliptus.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut