Heboh Logam Misterius Ditemukan di Kebun Sawit Kalteng, BRIN Buka Suara
“Misi peluncuran tersebut dinyatakan berhasil setelah seluruh satelit ditempatkan pada orbit yang telah ditentukan,” jelasnya.
Namun, keberhasilan peluncuran satelit tidak berarti seluruh bagian roket akan terus berada di antariksa. Bagian roket yang sudah tidak digunakan dapat tetap mengorbit Bumi untuk sementara waktu sebelum ketinggiannya berkurang akibat hambatan atmosfer.
“Setelah menyelesaikan tugasnya, bagian roket yang tidak lagi digunakan dapat tetap mengorbit Bumi untuk sementara waktu. Seiring waktu, hambatan atmosfer secara bertahap menurunkan ketinggian orbit hingga bagian tersebut memasuki kembali atmosfer Bumi,” terangnya.
Dalam kasus ZhuQue-2E, badan roket yang diduga menjadi sumber serpihan di Sampit tercatat dengan nomor identifikasi NORAD 101070 dan kode internasional 2026-234L.
Mengapa Sampah Antariksa Bisa Jatuh ke Bumi?
Thomas menjelaskan, sampah antariksa merupakan benda buatan manusia yang berada di ruang angkasa dan tidak lagi menjalankan fungsinya. Benda tersebut dapat berupa satelit yang tidak aktif, bagian roket, maupun pecahan komponen wahana antariksa.