Hendak Jalani Pemeriksaan Perdana Kasus Suap, Romy Tiba-Tiba Sakit

Ilma De Sabrini ยท Kamis, 21 Maret 2019 - 17:06 WIB
Hendak Jalani Pemeriksaan Perdana Kasus Suap, Romy Tiba-Tiba Sakit

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: iNews.id/Ilma De Sabrini)

JAKARTA, iNews.id – Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy, tiba-tiba mengeluh sakit. Keluhan sakit disampaikan politikus yang akrab disapa Romy itu saat akan keluar dari Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (Rutan KPK) untuk menjalani pemeriksaan perdana dalam kasus dugaan suap pengisian jabatan Kementerian Agama (Kemenag).

“Tadi RMY (Romy) mengeluh sakit saat akan dibawa ke luar rutan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi melalui pesan singkat di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Menindaklanjuti keluhan tersebut, KPK lantas membawa Romy ke dokter untuk menjalani pemeriksaan. Namun, Febri belum dapat memastikan penyakit apa sesungguhnya yang dikeluhkan oleh cucu mantan Menteri Agama KH Muhammad Wahib Wahab itu.

“Untuk proses pemeriksaan, sekarang dokter sedang melakukan pengecekan (terhadap Romy),” ujar Febri. Menurut dia, KPK saat ini masih memastikan kepada penyidik, apakah Romy tetap bakal diperiksa hari ini atau dijadwalkan ulang.

Penyidik KPK sedianya memeriksa tiga tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kemenag yaitu Romy, Muhammad Muafaq Wirahadi (Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik), dan Haris Hasanuddin Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur. Namun, dari ketiga tersangka itu, hanya Muafaq dan Haris yang menjalani pemeriksaan hari ini. Sementara, Romy belum jadi diperiksa karena mengeluh sakit.

Usai diperiksa penyidik, Muafaq dan Haris hanya bungkam saat diberondong pertanyaan oleh awak media.

BACA JUGA: Soal Temuan Ratusan Juta Rupiah di Ruang Kerjanya, Menag Mohon Maaf

KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus suap pengisian jabatan di Kemenag. Ketiga tersangka itu adalah anggota DPR yang juga mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

KPK menduga Romy bersama-sama dengan pihak lain di Kemenag menerima suap untuk memengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi (JPT) di kementerian yang dikepalai oleh Lukman Hakim Saifuddin itu.

Sebagai penerima suap, Romy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara, sebagai pemberi suap, Muafaq dan Haris disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Editor : Ahmad Islamy Jamil