HT Ungkap Alasan Warren Tanoesoedibjo Ikut Lelang Motor Listrik Jokowi

Felldy Utama ยท Jumat, 22 Mei 2020 - 15:35 WIB
HT Ungkap Alasan Warren Tanoesoedibjo Ikut Lelang Motor Listrik Jokowi

Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) bersama Warren Tanoesoedibjo (kiri) dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (22/5/2020). (Foto: iNews).

JAKARTA, iNews.id – Putra Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Warren Tanoesoedibjo, diumumkan sebagai pemenang lelang motor listrik bertanda tangan Presiden Joko Widodo. Motor karya anak bangsa itu terlelang dengan harga Rp2,55 miliar.

Hary Tanoesoedibjo menceritakan, Warren minta izin kepada dirinya saat hendak mengikuti lelang tersebut. Keinginan itu juga didasarkan lelang dalam konser amal tersebut dimaksudkan untuk membantu penanganan Covid-19.

“Jadi dia waktu itu minta izin kalau dari tabungannya bisa tidak dipakai untuk menyumbang? Ya, silakan saja kalau kamu mau untuk itu,” kata HT dalam konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Selain keinginan untuk berkontribusi pada konser penggalangan dana tersebut, ternyata ada alasan lain juga Warren mengikuti lelang ini.

“Di samping itu, Warren ini pengagum Pak Jokowi sekali. Itulah kurang lebih latar belakangnya,” tutur HT.

Motor listrik Gesits bertanda tangan Jokowi dilelang dalam acara konser musik “Berbagi Kasih Bersama Bimbo” yang digelar MPR dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Minggu (17/5/2020).

Konser ini jadi sorotan setelah pemenang lelang semula, M Nuh, diketahui tidak sanggup menebus motor tersebut. M Nuh ternyata juga bukan pengusaha tambang sebagaimana diklaimnya.

Karena tidak bisa dihubungi, panitia lelang selanjutnya menghubungi penawar tertinggi selanjutnya, yaitu Warren Tanoesoedibjo. Warren diumumkan sebagai pemenang setelah dia bersedia menebus motor tersebut dengan harga sama dengan yang ditawar pemenang sebelumnya.

HT berpandangan, lelang ini tidak perlu dipermasalahkan lagi karena panitia bekerja profesional dan menerapkan prosedur yang benar. Ketika pemenang nomor satu gagal atau tidak bisa meneruskan apapun alasannya, para peminat di bawahnya di hubungi oleh panitia lelang.

Panitia akan menanyakan apakah penawar tersebut bersedia menyamakan harganya dengan pemenang lelang pertama yang tidak bisa dilanjutkan.

“Kebetulan Warren juga ikut lelang dan angkanya juga tidak jauh dari angka pemenang pertama. Dihubungi apakah mau meningkatkan nilainya sesuai pemenang pertama, dan akhirnya diputuskan untuk ikut menyesuaikan angkanya,” kata HT.

Hadir dalam konferensi pers ini Warren Tanoesoedibjo, Ketua Umum MPR Bambang Soesatyo, Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi dan penggagas acara Olivia Zalianty.

Editor : Zen Teguh