HUT ke-75 TNI: Mengenal 3 Operasi Pembebasan Sandera Paling Bersejarah

Okezone, Riezky Maulana · Senin, 05 Oktober 2020 - 05:05:00 WIB
HUT ke-75 TNI: Mengenal 3 Operasi Pembebasan Sandera Paling Bersejarah
Tentara Nasional Indonesia(TNI) berulang tahun ke-75 pada Senin (5/10/2020) hari ini. (Foto: Antara).

Tak mudah menemukan Sinar Kudus karena berada di antara puluhan kapal lain yang juga disandera di satu wilayah perairan itu. Sambil menunggu kesempatan, pasukan penyelamat bertolak ke Oman untuk mengisi ulang logistik dan bahan bakar. Dua hari berada di Oman, Mabes TNI di Jakarta memerintahkan pembebasan sandera agar dilakukan saat itu juga.

Pasukan penyelamat pun langsung bertolak ke lokasi penyanderaan. Dengan cepat dan senyap, para sandera berhasil diselamatkan. Mereka kemudian dipindahkan ke sebuah kapal di daerah Hobyo, 511 km dari Mogadishu, ibu kota Somalia.

Selanjutnya, sandera dibawa ke safe house di Golkayo Town, setelah singgah di Budbud, yang berjarak 288 kilometer dari Mogadishu. Dari Golkayo Town, para sandera kemudian dibawa menggunakan United Nation Humanitarian Flight menuju Wajir Airport, perbatasan Kenya dan Somalia. Mereka tiba pada pukul 15.30 waktu setempat.

Setelahnya, sandera dibawa ke Bandara Nairobi, Kenya. Akhirnya, para sandera berhasil dibawa keluar dari wilayah Somalia, meski masih perlu beberapa hari untuk dilakukan pemulihan sebelum keempat sandera dipulangkan ke Indonesia.

3. Operasi Mapenduma, Papua.
Operasi Mapenduma merupakan salah satu operasi pembebasan sandera terbesar sepanjang sejarah bangsa. Tak hanya itu, penyanderaan Mapenduma nyatanya turut menyita perhatian dunia internasional. Sekjen PBB kala itu, Boutros Boutros Ghali dan Paus Johanes Paulus II turut andil dalam upaya membujuk para pemberontak OPM untuk membebaskan para sandera.

Selama 129 hari, berbagai upaya mediasi dilakukan untuk menyelamatkan 26 orang yang sebagian besar peneliti dan tergabung dalam Ekspedisi Lorentz '95.

Operasi Mapenduma membebaskan peneliti di Papua. (Foto: Okezone/Garuda Militer/Ist).
Operasi Mapenduma membebaskan peneliti di Papua. (Foto: Okezone/Garuda Militer/Ist).

Penyanderaan berakhir ketika Kopassus menyergap gerombolan pelaku yang membawa lari para sandera ke belantara hutan Papua. Kopassus di bawah komando Prabowo Subianto berperan besar dalam pembebasan tersebut.

“Selain Kopassus, operasi tersebut melibatkan setidaknya 400 personel gabungan TNI dari berbagai kesatuan. Sebanyak dua orang dari 26 sandera tewas dalam penyergapan,” kata perwira TNI, dikutip dari Okezone.com.

Editor : Zen Teguh