IDAI Keluarkan Peringatan Bahaya Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Pernyataannya!
Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp. Respi(K), menjelaskan abu vulkanik memiliki karakter berbeda dari debu biasa.
Material tersebut terdiri dari pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik berukuran sangat halus. Partikelnya dapat bersifat tajam dan abrasif sehingga ketika terhirup dapat mengiritasi saluran pernapasan.
Paparan tersebut dapat menimbulkan gejala seperti bersin, batuk, pilek hingga sesak napas. Pada anak yang memiliki riwayat asma, alergi saluran napas, atau penyakit paru kronis, abu vulkanik bahkan dapat memicu serangan akut atau memperburuk kondisi yang sudah ada.
"Gejala yang paling umum adalah iritasi saluran napas yang menyebabkan bersin, batuk, pilek, hingga sesak napas. Pada anak dengan riwayat asma, alergi, atau penyakit paru kronis, paparan ini dapat memicu serangan akut atau eksaserbasi yang berbahaya," jelas dr. Wahyuni.
Kelompok anak yang perlu mendapat perhatian lebih antara lain bayi dengan riwayat displasia bronkopulmonal serta anak dengan penyakit jantung bawaan.