IJTI: Hentikan Konferensi Pers Tatap Muka yang Membahayakan Jurnalis

Felldy Utama ยท Jumat, 27 Maret 2020 - 15:21:00 WIB
IJTI: Hentikan Konferensi Pers Tatap Muka yang Membahayakan Jurnalis
Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Yadi Hendriana. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyayangkan konferensi pers (konpers) yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) di Gudang Angkasa Pura Kargo 530 (Cargo Area) Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (27/3/2020). Konpers tersebut seputar penyerahan bantuan dari Tiongkok kepada pemerintah Indonesia terkait penangangan virus corona (covid-19).

Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana mengatakan konpers tersebut digelar secara langsung dengan mengundang dan melibatkan puluhan jurnalis dari berbagai media, baik elektronik, cetak maupun online tanpa diatur jarak aman antara jurnalis yang satu dengan yang lain.

"Konferensi pers yang digelar justru menciptakan kerumunan yang berpotensi menyebarkan virus corona (covid-19). Jika ini terjadi tidak hanya menambah jumlah pasien yang tertular namun juga sangat membahayakan jiwa para jurnalis yang tengah meliput," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Yadi meminta, semua pihak berupaya mencegah laju penyebaran Covid-19 melalui berbagai langkah seperti physical distancing, melarang kerumunan, serta menghentikan berbagai aktivitas di luar rumah dan menggantinya dengan work from home atau bekerja dari rumah.

Seluruh stasiun televisi, menurut dia, sudah bertindak benar dengan melakukan pembagian tugas TV Pool untuk mempermudah proses pengambilan materi. "Hal ini untuk memperkecil kerumunan Jurnalis dan mendukung program pemerintah dalam physical distancing dan mencegah laju virus corona," ujar Yadi.

Oleh karena itu Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

1. IJTI menyesalkan penyelenggaraan konferensi pers Kemenkomarves yang tidak mengindahkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Jika masih ada konferensi pers tatap muka, dalam kondisi darurat virus corona, tidak dibenarkan newsroom menugaskan jurnalisnya.

3. IJTI mendesak semua instansi pemerintah dalam memberikan keterangan pers dilakukan secara live streaming atau TV pool tanpa mengundang Jurnalis untuk hadir. Mengingat mengundang Jurnalis hadir dan berkerumun akan membahayakan nyawa serta keselamatan jurnalis.

3. Mengimbau seluruh perusahaan media untuk memastikan keselamatan para jurnalis saat menjalankan tugas. Jika tugas liputan dinilai membahayakan jurnalis, perusahaan media wajib membatalkan penugasan tersebut.

4. Mengimbau para jurnalis mengutamakan keselamatan saat menjalankan peliputan dengan mematuhi protokol kesehatan serta mitigasi peliputan Covid-19.

5. Mengimbau semua pihak untuk mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan sebagai bagian dari kesungguhan memerangi penyebaran Covid-19.

Editor : Djibril Muhammad

Bagikan Artikel: