Ilmuwan Sebut Lempeng Raksasa di Samudera Hindia Terbelah 2, Ini Kata BMKG
Kendati demikian, Rahmat mengatakan, pergerakan tiap-tiap lempeng tersebut berbeda-beda.
"Kalau di selatan Indonesia, Hindia-Australia itu sekitar 7-10 sentimeter per tahun. Ada yang bilang sekitar 6 sentimeter. Tetapi itu relatif," katanya.
Jika yang dimaksud perpecahan dalam prediksi para ilmuwan itu berada di batas pertemuan lempeng besar yang terakumulasi dalam waktu puluhan tahun sehingga melepaskan energi dan menyebabkan gempa besar, hal itu bisa saja terjadi.
Namun, jika perpecahan itu terjadi secara tiba-tiba dan dalam jarak cukup besar, menurutnya, tidak mungkin terjadi.
"Kalau tiba-tiba pecah dengan jarak yang besar, enggak mungkin. Bisa kiamat nanti negeri ini. Tidak hanya negeri ini, tetapi juga bumi ini," ucap Rahmat.