IMA 2022, Nunus Supardi Raih Anugerah Amir Sutaarga Pertama
DEPOK, iNews.id - Nunus Supardi, seorang penulis, meraih Anugerah Amir Sutaarga pertama di ajang Indonesia Museum Awards (IMA) 2022. Acara ini digelar di Auditorium Gedung IV Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Selasa (20/12/2022).
Nominasi Anugerah Amir Sutaarga di IMA 2022 ini dibacakan mantan Mendikbud periode 1993-1998, Wardiman Djojonegoro.
Wardiman menilai Nunus memiliki pengetahuan lengkap tentang perjalanan Amir Sutaarga sebagai bapak permuseuman Indonesia. Nunus pun melahirkan buku berjudul 'Muhammad Amir Sutaarga bapak Permuseuman Indonesia'.
"Tidak ada orang yang memiliki pengetahuan tentang perjalanan hidup bapak Amir Sutaarga selengkap tokoh ini, karena tokoh ini tahu dan punya catatan catatan penting mengenai sosok Amir Sutaarga," kata Wardiman saat membacakan profil Nunus.
"Semua cerita dan catatan ia rawat dengan baik dan dia susun dengan tekun menjadi karya tulis berupa buku berjudul 'Muhammad Amir Sutaarga Bapak Permuseuman Indonesia' yang telah terbit tahun 2020," imbuhnya.
Wardiman mengatakan Nunus Supardi yang lahir di Madiun, Jawa Timur tahun 1943 memiliki hobi menulis dengan beragam topik bahasan.
"Tokoh kita yang lahir di Madiun, Jawa Timur 1943 ini hobi menulis, puluhan karya tulis telah ia hasilkan sebagian di antaranya sudah dicetak. Topik yang diambil beragam namun yang sering ditulis adalah tema yang berkaitan dengan budaya sejarah terutama sejarah Madiun tempat dia berasal," ucap Wardiman.
Wardiman menyebut sosok Nunus telah mewariskan semangat berjuang Amir Sutaarga yang akan diteruskan ke generasi muda untuk memajukan permuseuman Indonesia.
"Secara aklamasi memutuskan tokoh penerima penghargaan khusus Anugerah Amir Sutaarga IMA 2022 untuk pertama ini diberikan ke tokoh kita Bapak Nunus Supardi," kata Wardiman.
Selain Wardiman, hadir juga Mayjen TNI (Pur) Eddie Marzuki Nalapraya, Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia Bondan Kanumoyoso, pematung sekaligus pelopor Gerakan Seni Rupa Baru I Nyoman Nuarta, dan tokoh lainnya.
Editor: Reza Fajri