Imam Nahrawi Akan Bongkar Aliran Suap: Siap-Siap Saja yang Menerima Dana KONI

Riezky Maulana ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 13:52 WIB
Imam Nahrawi Akan Bongkar Aliran Suap: Siap-Siap Saja yang Menerima Dana KONI

Mantan Menpora Imam Nahrawi (berbaju merah) saat hendak keluar dari ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020). (Foto: iNews.id/Kimau)

JAKARTA, iNews.id – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, telah menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Imam Nahrawi didakwa menerima uang Rp11,5 miliar dalam kasus korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Menurut jaksa, penerimaan uang tersebut dikatakan oleh JPU untuk mempercepat persetujuan dana hibah KONI oleh Kemenpora. Ditemui setelah persidangan, Nahrawi mengatakan, dia merasa ada yang janggal dengan dakwaan yang dilayangkan oleh JPU. Dia mengklaim sebagian besar isi dakwaan tersebut merupakan hasil karangan.

“Banyak narasi fiktifnya di sini,” ujarnya ketika keluar ruangan sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Namun, ketika diminta untuk menyebutkan salah satu contohnya, politikus PKB itu tidak menyebutkan contoh perinci narasi fiktif yang dimaksud. Dia hanya meminta wartawan untuk mengikuti saja kelanjutan dari perkara ini. “Nanti kita akan lihat saja. Karena kan banyak (narasi fiktif),” ucapnya.

Nahrawi pun secara terang-terangan akan membeberkan siapa saja pihak lain yang turut serta menerima aliran suap dana hibah KONI tersebut. “Siap-siap saja ya yang menerima dana KONI. Siap-siap,” ucapnya sambil tersenyum.

Kuasa Hukum Imam Nahrawi, Wa Ode Nur Zainab mengatakan, selama ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK kondisi kesehatan kliennya cenderung menurun. Menurut dia, beberapa kali Nahrawi meminta izin kepada KPK untuk berobat di luar, namun KPK tidak pernah sekalipun mengizinkan.

“Tidak diizinkan sama sekali tanpa alasan jelas. Sementara kalau rutan kan tidak punya fasilitas untuk pengobatan tulang belakang ya. Itu kan adanya di rumah sakit tertentu saja. Dalam hal ini, RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto) yang menjadi permohonan kami. Karena beliau sempat di sana pada 2015, keterangan medisnya juga masih ada,” ucap Zainab yang juga politikus PAN itu.

Melalui keterangan Zainab, Nahrawi diketahui memiliki penyakit di bagian tulang belakangnya. Bahkan, di tahun yang sama, seharusnya Nahrawi melakukan tindakan operasi.

“Itu sejak Tahun 2015, seharusnya dioperasi. Dokter meminta operasi cuma katanya efek dari operasi itu bisa membuat pincang, makanya Pak Imam waktu itu memilih minim obat pereda nyeri dan terapi saja,” tuturnya.


Editor : Ahmad Islamy Jamil