Imigrasi Belum Pernah Keluarkan Surat Tangkal Rizieq Shihab Kembali ke Indonesia

Aditya Pratama ยท Selasa, 12 November 2019 - 21:01 WIB
Imigrasi Belum Pernah Keluarkan Surat Tangkal Rizieq Shihab Kembali ke Indonesia

Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Ronny Franky Sompie memberikan keterangan pers terkait surat tangkal Habib Rizieq Shihab, Jakarta, Selasa (12/11/2019). (Foto: iNews.id/ Aditya Pratama).

JAKARTA, iNews.id - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengklarifikasi berita tentang surat penangkalan terhadap Habib Rizieq Shihab untuk kembali ke Indonesia. Ditjen Imigrasi belum pernah mengeluarkan surat menolak atau menangkal tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu.

Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Ronny Franky Sompie mengatakan, paspor yang digunakan Rizieq Shihab ketika keluar dari Indonesia juga sampai saat ini masih berlaku.

"Jadi, kepada Habib Rizieq Shihab, Kemenkumham c.q. Dirjen Imigrasi belum pernah menerbitkan surat untuk menolak atau menangkal Habib Rizieq Shihab masuk ke Indonesia sampai saat ini," ujar Ronny dalam konferensi pers di Hotel Shangri La, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019)

Dia mengungkapkan, paspor Rizieq Shihab dikeluarkan dari Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat 25 Februari 2016. Masa berlaku hingga Februari 2021.

"Dokumen perjalanan paspor ini menjadi bagian dari perlindungan pemerintah kepada setiap WNI termasuk Habib Rizieq Shihab untuk berpergian keluar negeri," ucapnya.

Sementara berkaitan pemberian visa, kata dia kewenangan negara yang dikunjungi. Menurutnya, Rizieq Shihab pergi dari Indonesia sejak 27 April 2017.

BACA JUGA:

Menlu Retno Marsudi: Rizieq Shihab Masih Pegang Paspor WNI

Prabowo Terima Kunjungan Kehormatan Dubes AS dan Arab Saudi

"Nah, apakah ini berkait dengan visa yang diberikan izin tinggal yang diberikan dan sebagainya, atau ada persoalan yang lain tentu ini menjadi kewenangan dari pemerintah Arab Saudi c.q. pejabat imigrasi yang diberikan kewenangan oleh negaranya mengatur WNA yang boleh atau tidak boleh keluar dari negara Arab Saudi," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif mengatakan, Rizieq Shihab telah lama menerima surat penangkalan meninggalkan Arab Saudi untuk kembali ke Indonesia. Surat tersebut baru diungkapkan sekarang untuk menjaga martabat Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Slamet sekaligus merespons pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Dalam pernyataannya, Mahfud MD meminta agar surat tersebut segera diserahkan untuk memastikan kebenarannya.

"Perlu kami sampaikan surat tersebut sudah lama ada, namun selama ini Habib Rizieq menjaga martabat negara Indonesia dalam hubungan dengan pihak kerajaan Saudi," ujar Slamet dalam konferensi pers di Sekretariat FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).


Editor : Kurnia Illahi