Imigrasi Sebut Harun Masiku Berada di Singapura

Riezky Maulana ยท Senin, 13 Januari 2020 - 15:37 WIB
Imigrasi Sebut Harun Masiku Berada di Singapura

Konferensi pers KPK penetapan empat tersangka kasus dugaan suap PAW caleg PDIP. (Foto: iNews/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM menyatakan Harun Masiku saat ini telah meninggalkan Indonesia. Harun diduga pergi ke Singapura dua hari sebelum penetapan tersangka terhadap dirinya atau satu hari sebelum OTT.

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi, Arvin Gumilang mencatat bahwa Harun meninggalkan Indonesia tanggal 6 Januari 2020. Keterangan itu didapatkan dari catatan Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Dia tercatat dalam data perlintasan keluar Indonesia 6 Januari 2020 ke Singapura," kata Arvin kepada wartawan, Senin (13/1/2020).

Dia mengatakan Harun Masiku belum tercatat kembali ke Indonesia menurut pantauan pihak imigrasi. "Belum ada catatan," ucapnya.

BACA JUGA: KPK Gandeng Polisi dan Imigrasi Buru Harun Masiku

Menurut Arvin, KPK hingga kini belum mengirimkan surat permintaan pencegahan terhadap Harun dan pihak lainnya yang terlibat dalam dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) caleg PDIP. "Kalau permintaan secara administrasi untuk pencegahannya belum kami terima," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mengatakan tersangka kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) sekaligus caleg PDIP, Harun Masiku saat ini berada di luar negeri. Dia mengatakan KPK tak akan ragu memasukkannya ke dalam daftar pencarian orang (DPO) jika tidak segera menyerahkan diri.

BACA JUGA: Profil Harun Masiku, Caleg PDIP di Pusaran Suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan

Ghufron mengatakan Harun Masiku sudah berada di luar negeri saat dilakukan operasi tangkap Tangan (OTT) terhadap Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Informasi itu didapatkan KPK usai berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi.

"Hasil koordinasi dengan Imigrasi menyatakan yang bersangkutan memang berada di luar negeri sebelum dilakukan OTT," kata Ghufron, Senin (13/1/2020).


Editor : Rizal Bomantama