Indo Barometer: Pelarangan Cadar dan Celana Cingkrang Berpotensi Memecah

Aditya Pratama · Sabtu, 02 November 2019 - 13:47:00 WIB
Indo Barometer: Pelarangan Cadar dan Celana Cingkrang Berpotensi Memecah
Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari (dua dari kiri) dalam diskusi politik di Jakarta, Sabtu (2/11/2019). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama).

JAKARTA, iNews.id – Pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi yang mengkaji pelarangan cadar dan celana cingkrang di instansi pemerintahan terus menuai polemik. Pernyataan tersebut dianggap beropotensi memecah-belah umat.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menuturkan, jika pelarangan itu dikaitkan dengan deradikalisasi, semestinya program itu tidak sebatas urusan pakain. Harus ada langkah lebih substansial.

"Pernyataan (Menag) beberapa hari ini sangat mengejutkan. Bukan pernyataan yang merangkul, tapi bersifat membelah," ujar Qodari dalam forum diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11/2019).

Qodari mengingatkan, dampak politik sesuai Pilpres 2019 mulai tereduksi. Sebagai contoh Partai Gerindra yang telah bergabung di pemerintahan. Karena itu, semestinya tidak perlu ada pernyataan yang dapat memecah-belah lagi publik.

Dia pun meminta seluruh pihak menyelesaikan polemik larangan cadar dan celana cingkrang tersebut dengan baik dan benar, dengan mengedepankan dialog.

"Tolong parpol bicara dengan Menteri Agama melalui komisinya masing-masing," ucap Qodari.

Menag Fachrul Razi sebelumnya mengaku akan berusaha menyelesaikan masalah radikalisme di Indonesia. Salah satunya membuat wacana pelarangan penggunaan cadar di instansi pemerintah.

Fachrul mengatakan, seluruh bangsa Indonesia termasuk pemerintah harus memiliki keselarasan dan kebersamaan menyikapi masalah radikalisme.

"Ada yang ingin saya sampaikan kesamaan sikap kita. Bapak Presiden menjelaskan masalah radikalisme adalah realitas untuk kita semua kementerian yang ada di Indonesia. Maka kita mesti punya kesamaan sikap terkait hal ini, " ujar Menag Fachrul Razi di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Dia pun memberikan contoh saat menghadiri acara di salah satu kementerian. Saat itu dia melihat seseorang yang tidak menghormati lagu Indonesia Raya. Sikap ini tentu dianggapnya tidak mencerminkan warga negara yang baik.

Fachrul juga menyebut, cadar bukan ukuran ketakwaan seseorang. Sepengetahuannya, beberapa instansi sudah mengkaji larangan penggunaan cadar.

”Itu bukan ukuran ketakwaan orang. Bukan berarti kalau sudah pakai cadar takwanya udah tinggi, udah dekat tuhan itu, bukan itu. Silakan kalau mau pakai,” ujar mantan Wakil Panglima TNI ini.

Editor : Zen Teguh