Indonesia Jajaki Kerja Sama dengan Turki soal Pesawat hingga Vaksin Covid-19
JAKARTA, iNews.id - Indonesia membahas peluang kerja sama dengan Turki. Salah satunya menjajaki pengembangan pesawat terbang hingga vaksin dan obat-obatan Covid-19.
Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro menggelar diskusi virtual dengan Menteri Teknologi dan Industri Turki, Mustafa Varank. Dalam pertemuan itu, Bambang didampingi Duta Besar RI untuk Turki, M. Iqbal hingga perwakilan dari PT Bio Farma, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), dan PT Regio Aviasi Industri (RAI).
“Indonesia sangat terbuka untuk memperkuat kerja sama di bidang-bidang yang sudah dibahas. Karena itu, kita setuju membahas memorandum kesepakatan di masing-masing bidang sesegera mungkin”, katanya, Rabu (29/7/2020).
Berdasarkan informasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Turki adalah satu dari empat negara di dunia yang sudah mencapai kemajuan berarti dalam pengembangan vaksin di dunia. Sementara Bio Farma merupakan salah satu produsen vaksin terbesar di dunia Islam.
Tak hanya vaksin, kata dia, kedua negara juga berdiskusi soalperkembangan teknologi dan kemungkinan kerja sama bidang industri pesawat terbang komersial jenis N-219 dan R-80, satelit dan peluncuran satelit (roket), serta pengembangan teknologi pesawat tanpa awak (drone).
Di industri pesawat terbang komersial, Indonesia memiliki pengalaman panjang. Saat ini, kata Bambang, dda tiga proyek pengembangan pesawat terbang yang sedang dijalankan Indonesia, yaitu N-219 dan N-245 oleh PTDI, serta R-80 oleh PT RAI.
Di bidang satelit dan roket, Turki mulai mengembangkan satelit komunikasi skala besar yang sepenuhnya merupakan buatan dalam negeri. Negara ini termasuk negara maju dalam hal roket, khususnya untuk keperluan militer.
“Dari presentasi-presentasi yang disampaikan kedua delegasi, semakin jelas bahwa peluang konkret kerja sama teknologi di berbagai bidang di antara Indonesia dan Turki sangat menjanjikan. Kita harus segera menindaklanjuti”, ujar Menteri Varank.
Editor: Rahmat Fiansyah