Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : SAR Temukan Objek Diduga Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali 
Advertisement . Scroll to see content

Ini Alasan Area Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam Diperluas ke Arah Selatan

Senin, 07 Juli 2025 - 14:49:00 WIB
Ini Alasan Area Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam Diperluas ke Arah Selatan
Area pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali diperluas ke arah selatan. (Foto: Istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

BANYUWANGI, iNews.id - Jumlah korban jiwa akibat tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali terus bertambah. Hingga hari kelima pencarian, sebanyak tujuh orang ditemukan tewas, setelah tim menemukan satu jenazah tambahan pada Senin (7/7/2025) pagi.

Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II Surabaya Laksamana Pertama (Laksma) TNI Endra Hartono menjelaskan, temuan jenazah yang ada itu menjadi pertimbangan utama untuk memperluas area pencarian. Perluasan tersebut, kata dia dimulai pada hari kelima pencarian.

"Temuan (mayat seorang laki-laki hari ini) akan menjadi evaluasi kami dalam proses pencarian korban, yang nantinya pencarian di permukaan akan diperluas," ujar Laksma Endra Hartono, di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Senin (7/7/2025).

Selain itu, Deputi Operasi Basarnas, Ribut Eko Suyanto mengatakan, pencarian diperluas ke arah selatan. Sebelumnya, area pencarian dibagi dalam delapan sektor di Selat Bali, masing-masing melibatkan armada seperti Rigid Inflatable Boat (RIB), KRI Tongkol, KNP Arjuna, KNP Granti, KRI Teluk Ende dan KRI Hiu Macan Tutul 2.

"Rencana perluasan jangkauan pencarian korban kapal tenggelam di permukaan pada hari kelima hingga 10 mil sampai 30 mil," kata Ribut Eko Suyanto. 

Identitas jenazah korban akan ditentukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Mabes Polri. Tim forensik akan merilis data antem mortem untuk memastikan kejelasan informasi korban.

Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II Surabaya, Laksamana Pertama TNI Endra Hartono mengatakan, penemuan jenazah akan dijadikan evaluasi untuk memperluas area pencarian, khususnya di permukaan laut bagian selatan.

Pada Kamis (3/7/2025) pukul 00.15 Wita, KMP Tunu Pratama Jaya mengirimkan kode merah akibat kebocoran mesin. Empat menit kemudian, kapal mengalami blackout di tengah laut. 

Kapal membawa 53 penumpang, 12 kru dan 22 kendaraan. Hingga Jumat (4/7/2025) malam, 36 orang berhasil ditemukan, 30 selamat dan 6 tewas, sementara sisanya masih dalam pencarian.

Proses penyisiran dilakukan oleh ratusan personel gabungan dari laut, darat, dan udara, setiap hari mulai pukul 07.00-19.00 WIB. Cuaca yang tidak menentu di Selat Bali menjadi tantangan tambahan dalam operasi.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut