Ini Hak yang Didapat Penerima Penghargaan Bintang Tanda Jasa dari Jokowi

Riezky Maulana ยท Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:49 WIB
Ini Hak yang Didapat Penerima Penghargaan Bintang Tanda Jasa dari Jokowi

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto: iNews.id/Riezky Maulana)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja menganugerahkan tanda jasa dan tanda kehormatan kepada 53 tokoh. Salah satu hak yang akan didapat para penerima bintang tanda jasa yakni pemakaman di taman makam pahlawan bila nanti meninggal dunia.

Pemberian tanda jasa dan tanda kehormatan itu dalam rangka memperingati HUT ke-75 kemerdekaan Republik Indonesia. Pemberian anugerah itu berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 51, 52, dan 53/TK/TH 2020 tertanggal 22 Juni 2020 dan Nomor 79, 80, dan 81/TK/TH 2020 tertanggal 12 Agustus 2020.

"Benefid-nya apa? Kalau untuk itukan hanya penghargaan negara tidak ada yang sifatnya meteriil. Kecuali kepada tenaga medis. Kalau kepada peraih Bintang Mahaputera antara lain dia berhak nanti kalau keluarganya mau, dikuburkan di taman makam pahlawan," kata Menko Polhukam Mahfud MD dalam konferensi pers daring, Kamis (13/8/2020).

Sedangkan untuk tenaga medis, Mahfud menuturkan, selain mendapatkan haknya dikuburkan di taman makam pahlawan, juga mendapat uang santunan. Uang santuan tersebut berjumlah Rp300 juta yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Mendapatkan uang santunan sebesar Rp300 juta setiap orang tanpa membedakan apakah dia dokter atau perawat. Ya santunannya sama dan sudah ditransfer oleh Kemenkes," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, uang yang telah ditransfer Kemenkes kepada para tenaga medis telah mencapai Rp21 miliar. Nominal tersebut tak hanya diberikan kepada 22 tenaga medis yang baru saja dianugerahkan penghargaan, namun akan bertambah pada gelombang kedua sebanyak 48 orang lagi.

"Tadi saya mendapat info, Kemenkes itu sudah mentransfer Rp21 miliar untuk mereka yang mendapatkan tanda jasa itu. Artinya itu dibagi Rp300 juta, kira-kira sampai hari ini sesudah diputuskan 22 orang itu sisanya ada ada 48 orang yang belum diputuskan untuk mendapat bintang tetapi sudah ditransfer uang santunannya," tuturnya.

"Secara keseluruhannya ada 70 orang lah. Tetapi uangnya sudah ditransfer semua, pemberian tanda jasa yang 48 orang belum dilaporkan pada saat bulan Mei kemarin," ucapnya.

Untuk diketahui, sebanyak 13 orang tenaga medis, yang terdiri atas dokter dan perawat mendapat penghargaan Bintang Jasa Nararya. Sedangkan 9 tenaga medis lainnya mendapatkan tanda kehormatan Bintang Jasa Pratama. Pemberian itu karena mereka telah berjuang di masa pandemi virus corona (Covid-19).

Editor : Djibril Muhammad