Ini Konsep yang Ditawarkan Prabowo kepada Jokowi dan Megawati Soekarnoputri

Sindonews ยท Minggu, 11 Agustus 2019 - 18:36 WIB
Ini Konsep yang Ditawarkan Prabowo kepada Jokowi dan Megawati Soekarnoputri

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat berkunjung ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada Rabu, 24 Juli 2019. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menawarkan konsep untuk diadopsi Pemerintahan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf). Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Andre Rosiade menjelaskan perihal maksud dan awal dari konsep tersebut berasal.

Dia menceritakan, mantan panglima Kostrad itu bukan menawarkan konsep kepada Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Jokowi-Ma'ruf. Saat itu, posisinya Prabowo ditanya mengenai masukannya untuk Indonesia.

"Nah, Pak Prabowo menyampaikan ini lho konsep kedaulatan pangan dan kedaulatan, energi. Pengelolaan BUMN yang baik yang selama ini, di samping disampaikan Pak Prabowo dalam kampanye itu, ke Pak Jokowi, ke Ibu Mega," tuturnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (11/8/2019).

BACA JUGA:

Prabowo Tawarkan Konsep untuk Diadopsi Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin

Gerindra Tegaskan Belum Sodorkan Nama Calon Menteri ke Jokowi

Gerindra Disebut Bakal Gabung Koalisi Jokowi, Ini Respons Perindo

 

 

 

Andre mengatakan, konsep-konsep itu ditanya Jokowi maupun Mega saat melakukan diskusi. Prabowo menyampaikan masukan-masukan itu kepada dua elite yang menjadi poros koalisi pemerintah itu.

"Intinya diskusi lah, ada masukan enggak Pak Prabowo? Pak Prabowo menyampaikan masukan itu," ujar anggota Badan Komunikasi (Bakom) DPP Partai Gerindra ini.

Gerindra, menurut Andre, ingin berkontribusi dalam pembangunan baik di dalam maupun di luar pemerintah. Gerindra akan masuk dalam pemerintahan jika konsep tersebut diadopsi dan dijalankan bersama pada pemerintahan kedua Jokowi.

Dia memastikan, tujuan Gerindra adalah ingin membentuk pemerintahan yang kuat. "Kalau tidak, kita bisa bantu Pak Jokowi di luar. Enggak ada masalah. Kalau kita di luar, kita akan jadi mitra yang baik, mitra yang konstruktif lah. Itu rencana Gerindra," tutur Andre.

Dia mengungkapkan, sikap politik Partai Gerindra akan diputuskan pada rapat kerja nasional (rakernas) yang akan digelar pada 21 September mendatang. "Belum tahu saya apakah (keputusan sikap politik-red) di situ atau tidak. Yang jelas, kami tanggal 21 September kemungkinan besar 21 September kita rakernas," ujarnya.


Editor : Djibril Muhammad