Jadi Tersangka, Ini Peran Dosen IPB terkait Bom Molotov Aksi Mujahid 212

Irfan Ma'ruf ยท Selasa, 01 Oktober 2019 - 17:36 WIB
Jadi Tersangka, Ini Peran Dosen IPB terkait Bom Molotov Aksi Mujahid 212

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA, iNews.id - Polisi telah menetapkan dosen Institut Pertanian Bogor (IPB), Abdul Basith (AB) sebagai tersangka terkait upaya menginisiasi dan menggerakkan pembuatan bom molotov massal untuk Aksi Mujahid 212, Sabtu, 28 September 2019. Hasil pemeriksaan sementara terungkap, AB diduga berperan merekrut dua anggota.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, dua anggota yang direkrut AB, yang berinisial S dan OS, juga sudah menjadi tersangka. "Dari hasil pemeriksaan saat ini masih berkembang proses pemeriksaannya, AB ini merekrut 2 orang atas nama S dan OS," katanya di Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Dedi mengungkapkan, S berperan mencari orang yang memiliki kemampuan untuk membuat bom. Kemudian, OS berperan sebagai penerima dana.

"Dari dana tersebut akan digunakan oleh eksekutor-eksekutor yang digunakan untuk melakukan provokasi dan kerusuhan pada aksi demo hari Sabtu kemarin," ujarnya.

Dedi menuturkan, kemudian tersangka S, merekrut empat orang yang belakangan sudah ditetapkan menjadi tersangka. Mereka adalah JAF, Al, AD dan SAM. "Mereka ini memilili kualifikasi membuat bom sekaligus merangkap sebagai eksekutor," katanya.

Sedangkan OS, juga merektut tiga orang atas nama YF, ALI, FEB, yang juga sudah menjadi tersangka. Untuk FEB, polisi sedang mendalami identitas dan perannya.

"Dia menerima perintah dapat uang untuk operasional di lapangan selaligus membeli bahan-bahan yang digunakan untuk bisa merakit bom molotov, untuk melakukan aksi kerusuhan," tutur Dedi.

Sementara tersangka SS, polisi menyerahkan sepenuhnya kepada Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal). SS merupakan purnawirawan TNI yang diduga turut berupaya menciptakan kerusuhan dalam aksi Mujahid 212. "Diduga untuk menggagalkan proses pelantikan anggota dewan hari ini," ujar Dedi.

Editor : Djibril Muhammad