Jarang Terungkap, Begini Cara Soeharto Pilih KSAD

Zen Teguh ยท Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:41:00 WIB
Jarang Terungkap, Begini Cara Soeharto Pilih KSAD
Presiden ke-2 RI Soeharto. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNews.id – Pada masa Orde Baru, kerap muncul ungkapan ‘Jika Soeharto berkehendak, siapa berani menolak?’. Hal itu sepertinya berlaku pula dalam regenerasi pimpinan TNI AD.

Ketika masa jabatan KSAD Jenderal TNI Poniman hendak berakhir, muncul perbincangan tentang siapa yang bakal menjadi penerus. Regenerasi itu rupanya didengar pula Ibu Negara Tien Soeharto.

Pada suatu malam, Prabowo Subianto (kini menteri pertahanan) makan bersama dengan Presiden Soeharto dan Ibu Tien. Hanya mereka bertiga.

Pangeran Philip mendampingi Ratu Elizabeth II menyambut Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto pada 1979. Pangeran Philip meninggal dunia dalam usia 99 tahun, Jumat (9/4/2021). (Foto: IG/Archieve Cendana).
Pangeran Philip mendampingi Ratu Elizabeth II menyambut Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto pada 1979. Pangeran Philip meninggal dunia dalam usia 99 tahun, Jumat (9/4/2021). (Foto: IG/Archieve Cendana).

“Tiba-tiba Ibu Tien bertanya kepada Pak Harto. ‘Pak apa benar KSAD mau diganti’,” kata Prabowo dalam buku biografinya berjudul 'Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto', dikutip Minggu (1/8/2021).

Pak Harto mengiyakan pertanyaan tersebut. Dia juga memberitahukan, memang sudah saatnya Jenderal Poniman diganti (sesuai masa jabatan). Ibu Tien, kata Prabowo, lantas menimpali lagi.

“Itu lho Pak, sing apik iku Pangdam Bali Pak. Dading. Tinggi, gagah dan ganteng Pak. Cocok itu, sebaiknya dia yang jadi KSAD Pak,” kata Bu Tien, ditirukan Prabowo.

Dading yang dimaksud Bu Tien yakni Dading Kalbuadi. Jenderal kelahiran Cilacap itu kenyang pengalaman tempur. 

Dading yang merupakan prajurit Baret Merah alias RPKAD (kini Kopassus) terlibat dalam operasi penumpasan DI/TII di Jawa Barat, PRRI/Permesta di Sumatera, G30 S/PKI di Jakarta. Dia juga sosok yang berjasa dalam Operasi Seroja di Timor Timur.

Prabowo menceritakan, Pak Harto meliriknya lantas tersenyum. Ketika itu dia pun mencoba menerka apa yang akan disampaikan lagi oleh mertuanya tersebut. Namun Pak Harto ternyata tidak berkomentar lagi.

Besok malamnya, kembali Prabowo makan malam bareng Pak Harto dan Ibu Tien lagi. Kali ini pun hanya mereka bertiga.

Editor : Zen Teguh

Halaman : 1 2 3