Jenazah Johny Indo Akan Dimakamkan di TPU Selapajang Tangerang Senin Siang

Hasan Kurniawan, Sindonews ยท Senin, 27 Januari 2020 - 00:00 WIB
Jenazah Johny Indo Akan Dimakamkan di TPU Selapajang Tangerang Senin Siang

Aktor senior Johny Indo. (Foto: Istimewa)

TANGERANG, iNews.id - Jenazah aktor senior Johanes Hubertus Eijkenboom alias Johny Indo akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Selapajang Jaya, Kota Tangerang, Banten, Senin (27/1/2020) siang. Hari ini, jenazah masih disemayamkan di rumah duka di Kampung Cikahuripan RT 04 RW 05, Mekarsari, Neglasari, Tangerang setelah dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 07.45 WIB, Minggu (26/1/2020).

Pemakaman rencananya akan dilaksanakan sekitar pukul 12.00 WIB. Pemakaman tidak dilaksanakan malam ini karena menunggu kehadiran istri kedua dan kerabat lainnya.

"Jenazah masih di rumah duka dan dimakamkan pada pukul 12.00 WIB. Pemakaman ditunda karena istri kedua dan beberapa anaknya belum datang malam ini," ucap Lurah Mekarsari, Royani Elong.

BACA JUGA: Aktor Senior Johny Indo Meninggal Dunia

Johny meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit hernia. Dia selama sakit dirawat oleh istri pertamanya bernama Stela di Mekarsari.

"Istrinya memang tinggal di Mekarsari dan pindah dari Jakarta. Dia pengurus gereja dan orangnya religius tapi dekat dengan masyarakat. Kalau almarhum belum lama tinggal di sini," ucapnya.

Nama Johny Indo melambung sebagai ketua Perampok Pasukan China Kota alias Pachinko yang dijuluki sebagai Robin Hood Indonesia. Julukan itu didapatkannya karena membagi-bagikan hasil curian kepada orang-orang tidak mampu.

BACA JUGA: Johny Indo Meninggal, Polda Jatim Izinkan Tersangka MeMiles Martini Luisa Pulang

Johny pernah dipenjara selama 14 tahun di Nusakambangan karena terlibat pencurian di sebuah toko emas di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada 1979. Selama di Nusakambangan gerak-geriknya tetap mendapat perhatian masyarakat karena pernah kabur.

Setelah itu dirinya dikenal sebagai aktor senior yang sempat membintangi sejumlah fim seperti Badai Jalanan, Titisan Si Pitung, Tembok Derita, hingga Daerah Jagoan. Di masa senja, Johny memilih menjadi mualaf dan mengganti namanya menjadi Haji Umar Billah.


Editor : Rizal Bomantama