Jenazah WNI yang Tewas Ditembak Kelompok Abu Sayyaf di Filipina Dimakamkan di Buton

Andhy Eba ยท Minggu, 11 Oktober 2020 - 23:31:00 WIB
Jenazah WNI yang Tewas Ditembak Kelompok Abu Sayyaf di Filipina Dimakamkan di Buton
Jenazah La Ba'a, WNi korban tewas penembakan kelompok Abu Sayyaf di Filipina tiba di kampung halaman Kabupaten Buton disambut isak tangis keluarga (Foto: Andhy Eba/iNews)

BUTON, iNews.id - Jenazah pria warga negara Indonesia (WNI) yang tewas dalam penyanderaan kelompok Abu Sayyaf di Filipina, tiba di kampung halaman yakni di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Minggu (11/10/2020) sore.

Kedatangan jenazah pria bernama La Ba'a di kediamannya, Desa Kamelanta, Kecamatan Kapontori, Buton, disambut tangis keluarga.

Jenazah diantar langsung Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha dari Jakarta ke Buton untuk diserahkan ke keluarga dan kemudian dimakamkan pada Minggu sore.

"Jenazah bisa kita pulangkan meskipun dengan keterbatasan transportasi (terkait) Covid-19. Pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk bisa membebaskan warga kita, namun Allah berkehendak lain," kata Judha.

Almarhum langsung disalatkan di mobil jenazah lalu dibawa ke tempat pemakaman umum diantar puluhan anggota keluarga dan masyarakat.

La Ba'a diculik dan tekena tembakan dalam kontak senjata antara Gugus Tugas Bersama Sulu dan Batalion Infanteri ke-45 Filipina dengan kelompok militan di Kota Patikul, Sulu, pekan lalu.

Dia merupakan satu dari lima WNI yang diculik kelompok Abu Sayyaf pada Januari 2020.

Empat WNI yang masih disandera adalah Arsyad Dahlan (41), Riswanto Hayono (27), Edi Lawalopo (53), dan Syarizal Kastamira (29).

Terkait pembebasan WNI tersebut, Judha menegaskan pemerintah masih terus berusaha. Dia juga mengimbau kepada WNI yang bekerja di luar negeri, terutama di Malaysia, untuk lebih waspada.

"Terus diupayakan untuk dapat membebaskan empat sandera WNI lain bersama dengan otoritas di Filipina dan kemudian langkah pencegahan kiranya bagi WNI yang ingin bekerja di luar negeri melakukan dengan cara yang aman sehingga perlindungan bisa diberikan dengan maksimal," tuturnya.

Editor : Anton Suhartono