Jokowi Ancam Reshuffle, PDIP: Jelas Bernada Keras dengan Pesan yang Tegas

Sindonews ยท Senin, 29 Juni 2020 - 08:42 WIB
Jokowi Ancam Reshuffle, PDIP: Jelas Bernada Keras dengan Pesan yang Tegas

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Andreas Hugo Pareira. (Foto: iNew.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ikut mengomentari teguran keras Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para menterinya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta, 18 Juni 2020. Sidang paripurna yang bersifat internal itu kemudian diungkap ke publik pada Minggu, 28 Juni 2020.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan, teguran keras Presiden Jokowi itu memberikan sinyal akan ada perombakan kabinet (reshuffle). "Pidato presiden di Istana Bogor di hadapan para pembantunya, menteri kabinet dan pimpinan lembaga tinggi negara jelas bernada keras dengan pesan yang tegas," ujarnya di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Kata kunci dari pernyataan mantan gubernur DKI Jakarta itu, menurut Andreas, yakni soal evaluasi kinerja kementerian dan lembaga. Terutama mengenai sense of crisis para menteri di tengah penyebaran pandemi virus corona (Covid-19).

"Melihat gesture presiden dalam pidato ini, nampaknya akan ada reshuffle kabinet," ucap anggota Komisi X DPR ini.

Andreas menilai, reshuffle akn terjadi pada para menteri yang dianggap kurang sense of crisis. "Terutama tentu yang berkaitan dengan pembantu-pembantu presiden yang berkaitan dengan penanggulangan Covid-19, penanggulangan dampak sosial ekonomi dan pemulihan ekonomi," katanya.

Langkah tersebut, Andreas memaparkan, perlu segera dilakukan agar tidak menjadi rumors politik. "Dan memperkuat kepercayaan publik terhadap keseriusan pemerintah sebagaimana pidato presiden yang memang sangat serius," ujarnya.

Video arahan Presiden Jokowi baru dikeluarkan Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden pada "channel" Youtube Sekretariat Presiden pada Minggu. Dalam arahan tersebut, Presiden Jokowi membuka opsi perombakan kabinet (reshuffle) dan pembubaran lembaga yang masih bekerja biasa-biasa saja.

"Bisa saja, membubarkan lembaga, bisa saja 'reshuffle'. Sudah kepikiran ke mana-mana saya, entah buat perppu (peraturan pemerintah pengganti undang-undang) yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan karena memang suasana ini harus ada. Kalau bapak ibu tidak merasakan itu, sudah," kata Presiden Jokowi sambil mengangkat kedua tangannya.

Editor : Djibril Muhammad