Jokowi Perintahkan Menteri Fokus Selesaikan Krisis

Felldy Utama ยท Minggu, 23 Agustus 2020 - 05:05:00 WIB
Jokowi Perintahkan Menteri Fokus Selesaikan Krisis
Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menepis kabar yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan perombakan (reshuffle) kabinet besar-besaran. Kabar tersebut sama sekali tidak benar.

Pratikno mengatakan, kabinet saat ini tengah fokus untuk menangani krisis akibat pandemi Covid-19. Untuk itu dirinya pun terkejut dengan isu yang menyatakan 18 menteri akan diganti.

“Itu tidak benar, karena hari-hari ini kita konsentrasi luar biasa untuk menghadapi krisis kesehatan dan krisis perekonomian,” kata Pratikno di Jakarta, Sabtu (22/8/2020).

Dia menegaskan, seluruh menteri yang duduk di Kabinet Indonesia Maju tengah bekerja keras untuk menangani dampak pandemi. Kerja itu sesuai dengan arahan Presiden Jokowi agar jajarannya memanfaatkan momentum krisis untuk lompatan kemajuan.
“Pak Presiden selalu perintahkan kepada menteri untuk fokus bekerja, fokus menyelesaikan krisis, dan fokus membajak momentum krisis ini untuk melakukan lompatan kemajuan di segala bidang,” kata mantan rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini.

Pratikno juga mengingatkan, masyarakat membutuhkan kerja cepat dan terfokus pemerintah untuk menghasilkan solusi dan mengatasi pandemi yang tengah berlangsung di Indonesia. Selain itu, para menteri juga akan terus bersinergi satu sama lain dalam menangani krisis.

Menurut dia, saat ini rakyat Indonesia membutuhkan kecepatan kerja pemerintah dengan seluruh jajarannya agar bisa segera keluar dari krisis kesehatan dan perekonomian. Kecepatan kerja ini tentunya juga membutuhkan kerja bersama seluruh elemen rakyat.

“Jadi tolong kita semuanya fokus untuk bekerja,” kata dia.

Isu reshuffle kembali mengemuka setelah Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan mengkritik keras kinerja menterinya yang dinilai tidak fokus dalam menangani pandemi Covid-19. Teguran ini yang kemudian dimaknai sejumlah pihak sebagai pertanda reshuffle.

Sebuah lembaga juga menyebut aka nada 18 menteri yang diganti. Muncul pula isu menjelang reshuffle pada Agustus ini para menteri tidak boleh keluar kota.

Editor : Zen Teguh