Jokowi Sebut Oposisi Mulia, TKN: Menutup Kemungkinan Pemerintah Oligarki

Wildan Catra Mulia · Senin, 15 Juli 2019 - 00:12:00 WIB
Jokowi Sebut Oposisi Mulia, TKN: Menutup Kemungkinan Pemerintah Oligarki
Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Aria Bima. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

BOGOR, iNews.id - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menyinggung peran oposisi dalam pemerintah merupakan tugas mulia. Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Aria Bima menilai hal itu memastikan, pemerintahan ke depan harus tetap seimbang dengan peran tersebut.

Dia menambahkan, narasi yang disebutkan Jokowi menutup kemungkinan pemerintah yang bersifat oligarki. Apalagi, setelah pertemuan Jokowi dengan Prabowo Subianto pada Sabtu, 13 Juli 2019 kemarin.

"Oposisi itu mulia di dalam pemerintahan itu mulia, itu narasi yang seolah-olah pertemuan kemarin kan kawan-kawan (media) cenderung melihat bahwa Pak Jokowi ingin menciptakan oligarki pemerintahan," kata Aria di kawasan Sentul International Convention Center, Minggu (14/7/2019).

"Nah penekanan oposisi mulia itu adalah sesuatu yang sampaikan bahwa cek and balance di dalam satu negara demokratis itu adalah satu yang mulia," katanya menambahkan.

Tak hanya itu, Aria juga mengatakan, tugas oposisi juga berguna bagi para pendukung dan simpatisan dari Jokowi-Ma'ruf Amin untuk bersama-sama mengingatkan dan mengawal janji yang sudah dilontarkan presiden dan wakil presiden terpilih.

"Jadi itu saja yang ingin disampaikan bahwa Pak Jokowi bukan kemudian menginginkan pemerintahan yang tanpa oposisi tetap dalam pemerintahan pun juga mulia," ujarnya.

Aria menyebut, setelah pertemuan Jokowi dan Prabowo akan menimbulkan efek oligarki. Dengan pernyataan yang diberikan Jokowi membuktikan negara demokrasi sangat diperlukan peran oposisi.

"Maka statement tadi dikatakan menjadi hal yang visi menunjukan demorkasi perlu ada sesuatu oposisi yang kritis karena oposisi adalah tidak hanya mengawal janji pemerintah tapi juga ikut membantu para pendukung 01 untuk supaya Jokowi-Maruf Amin tepat janji," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal oposisi pada periode kedua pemerintahannya bersama KH Ma'ruf Amin. Dia menyebut, oposisi merupakan pilihan yang mulia.

Namun, dia mengingatkan, jangan sampai mengambil posisi yang berhadapan secara politik dengan pemerintah disertai dengan kebencian.

"Menjadi oposisi itu juga sangat mulia. Asal jangan menjadi oposisi yang menimbulkan dendam, asal jangan menjadi oposisi yang menimbulkan kebencian, apalagi disertai dengan hinaan, cacian, makian-makian," tuturnya.

Editor : Djibril Muhammad

Bagikan Artikel: