Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perundingan Damai AS-Iran Berakhir Gagal, Terganjal Isu Nuklir
Advertisement . Scroll to see content

Jusuf Kalla, Makna Syahid, dan Pentingnya Menjaga Narasi Perdamaian

Minggu, 12 April 2026 - 17:19:00 WIB
Jusuf Kalla, Makna Syahid, dan Pentingnya Menjaga Narasi Perdamaian
Ketua Umum Pertama Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia Febrian Amanda, SHi. (Dok. Pribadi)
Advertisement . Scroll to see content

Sebaliknya, beliau sedang merefleksikan psikologi konflik horizontal, yakni ketika individu-individu yang bertikai sama-sama merasa tindakan mereka dibenarkan oleh keyakinan yang dipahami secara keliru. Dengan kata lain, yang disorot adalah mentalitas para pihak yang berkonflik, bukan ajaran Islam maupun Kristen.

Membaca pernyataan itu tanpa konteks sejarah sama saja dengan memotong pesan perdamaian menjadi bahan polemik.

Padahal rekam jejak Jusuf Kalla justru menunjukkan kebalikannya. Beliau adalah salah satu arsitek perdamaian nasional yang paling nyata dalam sejarah Indonesia modern.

Dalam konflik Poso, beliau memimpin proses yang melahirkan Deklarasi Malino I tahun 2001, yang mempertemukan pihak Muslim dan Kristen untuk menghentikan pertumpahan darah.

Setahun kemudian, melalui Malino II tahun 2002, konflik Ambon yang menelan ribuan korban juga berhasil diarahkan menuju rekonsiliasi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut