Jusuf Kalla Setuju Opsi Lockdown

Fiki Juliadi ยท Jumat, 20 Maret 2020 - 07:38 WIB
Jusuf Kalla Setuju Opsi Lockdown

Mantan Wapres, Jusuf Kalla. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Indonesia diminta bergerak cepat untuk menerapkan langkah-langkah yang bisa menahan laju penyebaran Covid-19. Salah satunya adalah opsi lockdown yaitu menutup seluruh akses ke dalam negeri.

Salah satu tokoh yang mendukung opsi itu adalah mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pendapat itu disampaikan pria yang akrab disapa JK itu dalam telekonferensi di acara Prime Show With Ira Koesno, studio iNews, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis(19/3/2020).

"Itu memang harus dilakukan," kata JK.

Selain itu JK mendukung imbauan pemerintah agar masyarakat menerapkan social distancing atau pembatasan jarak sosial. JK meminta masyarakat mematuhi imbauan itu dan memakai masker saat terpaksa keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain.

"Kita berusaha jaga jarak antara masing-masing dan juga bisa menghindari interaksi dekat. Di samping itu kita ya pakai masker kalau berdekatan,” ucapnya.

Sementara itu pemerintah akan melaksanakan rapid test secara massal untuk mengidentifikasi masyarakat yang terjangkit Covid-19. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyampaikan, screening massal dengan metode imunoglobulin atau pengukuran antibodi di dalam sampel darah itu juga dilakukan oleh banyak negara terdampak virus korona. Jika dinyatakan positif, individu yang telah diperiksa melalui metode pertama ini akan diuji ulang dengan metode tes polymerase chain reaction (PCR) yang jauh lebih akurat.

Yurianto mengatakan, pihaknya masih mempersiapkan pelaksanaan dengan rapid test itu dalam waktu dekat. Sehubungan dengan individu yang teridentifikasi positif, Yurianto menyampaikan bahwa tidak semua harus dirujuk ke rumah sakit rujukan. Namun, kondisi individu tersebut akan didiagnosis lebih lanjut apakah memiliki gejala ringan atau moderat.

“Apabila terdiagnosis gejala ringan, pasien dapat melakukan isolasi diri secara mandiri,” ujar Yurianto di Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Dia juga menuturkan, pasien yang melakukan isolasi diri atau self isolation akan mendapatkan perhatian dari puskesmas atau petugas kesehatan setempat. Di samping itu, mereka dapat melakukan self-monitoring dan berkonsultasi secara virtual seperti menggunakan aplikasi Halodoc. Pasien yang kemudian menunjukkan gejala sedang hingga berat akan dipindahkan ke rumah sakit rujukan.

Sementara itu, data perkembangan terkini hingga 19 Maret 2020 per 12.00 WIB, Yurianto menyampaikan bahwa total kasus positif Corona berjumlah 309 orang. Sementara, jumlah pasien sembuh 15 orang dan meninggal dunia 25 orang.

Editor : Rizal Bomantama