Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BNPB Catat Karhutla Terjadi di Luwu dan Kolaka Timur, Hanguskan 5,5 Hektare Lahan
Advertisement . Scroll to see content

Kabar Baik! Titik Panas Karhutla di 6 Provinsi Sumatera-Kalimantan Turun Drastis 98 Persen

Senin, 02 November 2026 - 09:32:00 WIB
Kabar Baik! Titik Panas Karhutla di 6 Provinsi Sumatera-Kalimantan Turun Drastis 98 Persen
Petugas memadamkan karhutla. (Foto: BNPB)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Jumlah titik panas atau hotspot di enam provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menurun signifikan sebesar 98 persen pada pekan terakhir Oktober 2026. Keenam provinsi itu yakni Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), Sumatera Selatan (Sumsel), Jambi, dan Riau.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI) Kementerian Kehutanan (Kemenhut), jumlah hotspot turun dari 5.671 titik pada 18–24 Oktober menjadi 97 titik pada 25–31 Oktober 2026.

Data titik panas karhutla di 6 provinsi Sumatera dan Kalimantan. (Foto: Kemenhut)
Data titik panas karhutla di 6 provinsi Sumatera dan Kalimantan. (Foto: Kemenhut)

Penurunan tersebut membuat pekan terakhir Oktober mencatat jumlah hotspot terendah dibandingkan tiga pekan sebelumnya. Data tersebut dihimpun hingga 31 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB.

Pada 4–10 Oktober 2026, jumlah hotspot di enam provinsi tersebut tercatat sebanyak 4.189 titik. Angka itu meningkat menjadi 4.545 titik pada 11–17 Oktober, lalu kembali naik menjadi 5.671 titik pada 18–24 Oktober.

Namun, pada periode 25–31 Oktober, jumlahnya merosot menjadi 97 titik atau turun sekitar 98 persen dibandingkan rata-rata tiga pekan sebelumnya.

Berdasarkan data per provinsi, Kalteng mencatat penurunan hotspot paling besar secara jumlah, dari 3.801 titik pada 18–24 Oktober menjadi 55 titik pada 25–31 Oktober 2026. Penurunannya mencapai 98,6 persen.

Sumsel juga mengalami penurunan tajam, dari 725 menjadi delapan hotspot atau turun 98,9 persen. Sementara itu, jumlah hotspot di Kalbar berkurang dari 652 menjadi 20 titik, turun 96,9 persen.

Di Kalsel, hotspot turun dari 354 menjadi tujuh titik atau berkurang 98 persen. Adapun di Jambi, jumlahnya menyusut dari 139 menjadi tujuh titik, turun 95 persen.

Sementara itu, Riau tidak mencatat hotspot pada kedua periode tersebut, yakni 18–24 Oktober dan 25–31 Oktober 2026.

Data SIPONGI Kementerian Kehutanan tersebut bersumber dari pemantauan satelit Terra Aqua, SNPP, dan NOAA-20 milik NASA dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut