Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Warga Pati Rayakan Sudewo Kena OTT, Tumpengan di Kantor KPK
Advertisement . Scroll to see content

Kala KPK Mengajak Generasi Milenial Menjauhi Korupsi

Sabtu, 01 Desember 2018 - 00:17:00 WIB
Kala KPK Mengajak Generasi Milenial Menjauhi Korupsi
KPK menggelar Festival Lagu Suara Anti Korupsi (Saksi) 2018 untuk mengajak generasi milenial menjauhi korupsi.
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketika korupsi hampir menjalar ke semua sektor di Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi memiliki cara berbeda menyikapinya. Salah bentuknya adalah, mengajak para generasi muda yang masuk dalam kaum milenial.

Lembaga antirasuah ini, seakan ingin memotong satu generasi terkait penanganan korupsi. Setidaknya, hal itu terlihat dari para terduga dan pelaku korupsi yang memang berada di luar kaum milenial.

Salah satu bentuk pelibatan kaum milenial dalam pemberantasan korupsi adalah dengan Festival Lagu Suara Anti Korupsi (Saksi) 2018. Acara yang diselenggarakan KPK guna menyambut hari antikorupsi pada 9 Desember 2018 mendatang itu, menjadi salah satu ajang mengajak generasi milenial untuk menjauhi korupsi.

"Kami ajak generasi muda untuk semangat menjauhi praktik-praktik korupsi. Bentuk kreatif juga mengekspresikannya dalam bentuk lagu," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, di Plaza Festival, Kuningan, Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Alasannya, bagi dia, karena generasi muda masa depan dan yang membuat Indonesia memiliki daya saing. Sementara di masa depan, dia menambahkan, adalah persaingan integrasi, yang di dalamnya memuat nilai dan ukuran.

"Sederhana saja, bahkan kalau milenial menjual produk dengan daya saing rendah implikasinya adalah daya saing negara kita juga yang rendah. Kalau milenial hanya mengandalkan tipu-tipu negeri ini di masa depan bisa bubar," ujarnya.

Sementara ciri khas era industri 4.0, Saut menjelaskan, meliputi tiga faktor. Yakni inovatif, kreatif dan kompetitif. Dia mengunkapkan, masa depan Indonesia akan dilihat dari sejauh mana integritasm yang di dalamnya diwarnai karakter.

"Karakter pemenang adalah karakter yang jujur, peduli, mandiri, tanggung jawab, kerja keras, sederhana (spending sesuai kemampuan) dan adil," ucapnya.

Saksi 2018

Saatu menjelaskan, Festival Lagu Suara Anti-Korupsi (Saksi) 2018 ini juga bagian dari partisipasi pecinta musik dari berbagai genre yang diminati masyarakat Indonesia.

Dia menambahkan, festival ketiga yang diselenggarakan KPK. Festival Saksi tahun ini sekaligus meluncurkan kompilasi lagu-lagu terbaik bertema antikorupsi dalam album mini cakram digital (CD).

"Di mana saya yakin kalau album ini diputar di Gedung DPR atau mobil pejabat, insya Allah setan-setan keluar dan mereka tidak akan korupsi. Semoga dapat mengajak generasi kita untuk menjauhi korupsi," jelasnya.

Festival Lagu Suara Anti Korupsi (Saksi) 2018

Saut berkomitmen festival yang dihadiri ratusan penonton itu akan diselenggarakan tiap tahunnya.
"Festival ini akan kita laksanakan sampai kiamat, artinya kita terus suarakan antikorupsi," tegasnya.

Festival ini merupakan babak final dari lomba cipta lagu bertema antikorupsi. Selain itu para finalis akan tampil dalam Festival Saksi 2018. Ada band-band tanah air seperti Navicula, Kawan Lama dan Hivi yang telah menggebrak panggung Festival Saksi 2018 malam ini.

"Selamat kepada para pemenang. Semangat berkreatifitas yang luar biasa. Lagu-lagu yang mengugah kita semua. Liriknya juga bagus-bagus," ucap saut.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut