"Kita harus memastikan bahwa program itu berhasil untuk mempersiapkan agar kita bisa lepas landas menuju Indonesia Emas tahun 2045. Di sisi lain kita dihadapkan dinamika kegiatan operasional yang tentunya disamping ada hal yang tentunya menjadi hal-hal bisa dinilai positif, namun juga ada hal kemudian menjadi negatif manakala itu terjadi penyimpangan yang dilakukan di era digital, Hyper Connectivity," ujar Sigit.
Komisi III DPR Bocorkan Nama-Nama Akan Jadi Calon Wakapolri, Komjen Fadil Imran hingga Agus Andrianto
Sigit menyebut, saat ini Indonesia sudah memasuki era citizen journalism atau jurnalisme warga. Di mana pun, kapan pun, dan siapa pun bisa menjadi sumber berita, sehingga semua menjadi lebih terbuka.
"Setiap apa yang kita lakukan, masyarakat tahu pada saat baik, maka apabila masyarakat kemudian ingin angkat menjadi baik. Demikian pula sebaliknya pada saat kita buruk, apabila masyarakat angkat dan viralkan maka wajah kita menjadi buruk. Ini adalah risiko yang kita hadapi didalam era seperti ini," ucap Sigit.
Kapolri Sebut STIK Akan Jadi Universitas Kepolisian Indonesia: Rekomendasi Kemendikbud
Demi semakin menjadikan Polri sebagai organisasi modern, Sigit menegaskan, seluruh insan Korps Bhayangkara dewasa ini, harus bisa menerima segala bentuk kritik, masukan dan koreksi untuk dijadikan bahan evaluasi demi menjadi lebih lagi kedepannya.
Oleh karena terjadinya perkembangan zaman saat ini, Sigit menekankan kepada seluruh personel untuk bisa meninggalkan kebiasaan lama dan keluar dari zona nyaman demi perubahan organisasi yang lebih lagi.