Kasus DBD Naik 3 Kali Lipat, Biaya Pengobatan Tembus Rp3 Triliun!
JAKARTA, iNews.id – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) kian menjadi ancaman serius di Indonesia. Dalam 20 tahun terakhir, jumlah kasusnya dilaporkan meningkat hampir tiga kali lipat, dengan beban pembiayaan yang mencapai sekitar Rp3 triliun.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, tren DBD tidak lagi bersifat musiman seperti sebelumnya. Kini, penyakit ini dapat muncul sepanjang tahun dengan siklus puncak yang semakin cepat, dari sekitar 10 tahun menjadi hanya 3 tahun atau bahkan kurang.
Tak hanya berdampak pada kesehatan individu, lonjakan kasus DBD juga membebani sistem kesehatan nasional. Data BPJS Kesehatan mencatat lebih dari satu juta kasus rawat inap terkait DBD terjadi sepanjang 2024. Total biaya pengobatan pasien DBD pun mencapai Rp3,3 triliun pada 2024.
Fakta yang perlu diperhatikan lainnya adalah DBD bukanlah penyakit musiman. DBD juga bukan penyakit yang hanya menyerang anak-anak. Simak pembahasan mengenai penyakit DBD hanya di artikel ini.
Vaksin Dengue Masif Diberikan ke Anak-Anak di Palembang, Aman dan Efektif Cegah DBD!
Menurut Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dr Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM, DBD tidak hanya menyerang anak-anak, tapi juga orang dewasa. Bahkan, berdampak besar pada kelompok usia dewasa, terutama usia produktif.
"Tidak sedikit pasien dewasa yang harus menjalani rawat inap akibat dengue, yang pada akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari, pekerjaan, hingga produktivitas keluarga," katanya dalam pernyataan resmi, Rabu (6/5/2026).
Indonesia Cetak Rekor Terendah Kematian DBD
Dia menambahkan, risiko komplikasi dapat meningkat pada pasien dengan penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi. Dengan kondisi tersebut, para ahli menekankan pentingnya langkah pencegahan yang konsisten dan komprehensif.