Kasus Pes di Rusia, Kemenkes: Belum Ada Peringatan Khusus dari WHO
“Deteksi awal dilakukan melalui analisis deklarasi kesehatan serta pengamatan tanda dan gejala, seperti demam, batuk, sesak napas, dan gejala lainnya. Apabila ditemukan pelaku perjalanan yang bergejala dan mengarah ke plague (pes), petugas kesehatan di bandara akan langsung merujuk kasus ke Rumah Sakit Rujukan Penyakit Infeksi untuk mendapatkan penanganan lanjutan,” ucapnya.
Kemenkes mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi informasi dugaan kasus pes di Rusia. Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi pemerintah dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Kemenkes mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan kasus global dan nasional melalui media resmi pemerintah. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk menjaga imunitas tubuh dan mencegah dari paparan penyakit menular,” ujarnya.
Sebelumnya, dugaan kasus pes di Rusia menjadi sorotan setelah seorang pekerja laboratorium di Siberia dilaporkan meninggal dunia akibat pneumonia berat. Hampir 200 orang yang diduga melakukan kontak dengan korban disebut menjalani isolasi dan pemantauan medis.
Peristiwa tersebut dikaitkan dengan dugaan insiden di Irkutsk Anti-Plague Research Institute pada 25 September 2026. Sejumlah laporan media menyebut sebuah tabung yang diduga berisi Yersinia pestis, bakteri penyebab penyakit pes, pecah saat ditangani di laboratorium.
Pekerja laboratorium bernama Daria Shipilova dilaporkan mengalami kondisi kesehatan serius beberapa hari setelah kejadian dan dirawat di rumah sakit di Shelekhov. Dia disebut mengalami pneumonia berat hingga sempat membutuhkan ventilator.
Namun, informasi mengenai dugaan kebocoran bakteri Yersinia pestis dari laboratorium tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas Rusia.
Editor: Dani M Dahwilani