Kata Jokowi soal Gibran Duduk Tak Sejajar dengan Prabowo saat Sidang Kabinet
SOLO, iNews.id - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) merespons soal Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang tak duduk sejajar dengan Presiden Prabowo Subianto saat sidang kabinet paripurna pada 20 Juli 2026. Jokowi menepis hal itu sebagai tanda keretakan hubungan antara Prabowo dan Gibran.
"Secara kedudukan, Wakil Presiden secara konstitusional sudah jelas, dan ada undang-undang protokoler sudah jelas semuanya. Diikuti saja aturannya di situ, karena sudah jelas semuanya kok," kata Jokowi di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026).
Jokowi tak menjelaskan lebih detail maksud aturan yang sudah jelas tersebut. Dia hanya mempersilakan agar UU yang mengatur hal tersebut untuk dipelajari.
Jokowi menyatakan, hubungan Wapres Gibran yang merupakan putra sulungnya dengan Presiden Prabowo baik-baik saja.
"Baik-baik saja," kata Jokowi.
Sebelumnya, Istana buka suara terkait perubahan tata letak kursi Wapres Gibran Rakabuming Raka yang tidak sejajar dengan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/7/2026). Diketahui, pada Sidang Kabinet Paripurna itu, kursi Gibran ditempatkan di sisi kanan depan Prabowo.
Wapres tampak duduk sejajar dengan menteri, mulai dari Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
“Kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Dia mengatakan, perubahan tata letak kursi dalam sidang terjadi karena kebutuhan teknis penyampaian materi. Menurutnya, Prabowo menggunakan teleprompter untuk memaparkan banyak program yang didukung data sehingga posisi duduk disesuaikan, dengan Presiden berada di tengah ruangan.
Dia menegaskan, perubahan layout tersebut semata-mata karena faktor teknis dan tidak memiliki makna lain.
Editor: Reza Fajri