Kecewa Prabowo Subianto Masuk Kabinet, Projo Resmi Berpisah dengan Jokowi

Antara ยท Rabu, 23 Oktober 2019 - 22:39:00 WIB
Kecewa Prabowo Subianto Masuk Kabinet, Projo Resmi Berpisah dengan Jokowi
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan) menyalami Menteri Pertahanan Prabowo Subianto seusai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (Foto: Antara/Wahyu Putro

JAKARTA, iNews.id - Relawan pro Joko Widodo (Projo) resmi berpisah dengan Presiden Jokowi. Relawan Projo berpisah karena kecewa dengan sikap Jokowi yang menunjuk bekas rivalnya di Pilpres 2019, Prabowo Subianto menjadi menteri pertahanan (menhan).

Sekretaris Jenderal Projo Handoko mengungkapkan, organisasi massa (ormas) yang telah mendukung Jokowi hingga dua periode pemerintahan itu tak bisa menerima kenyataan Prabowo Subianto masuk dalam Kabinet Indonesia Maju.

"Ada kekecewaan soal Prabowo jadi Menhan, mengingat Prabowo rival yang cukup keras waktu itu. Kami bertarung cukup keras. Akan tetapi, sekarang menjadi Menhan," katanya dalam konferensi pers di kantor DPP Projo, Jalan Pancoran Timur Raya, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (23//10/2019).

Relawan Projo juga kecewa melihat mantan Komisaris Utama Net TV Wishnutama yang diplot menjadi menteri pariwisata dan ekonomi kreatif. Ketua Projo DKI Jakarta Karl Sibarani mengatakan Wishnutama tidak pernah berkeringat dan "berdarah" dalam mendukung Jokowi, baik pada Pilpres 2014 maupun 2019. Bahkan, prestasinya di bidang bisnis media dan hiburan pun tidak moncer.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Milenial Arief Rosyid Hasan menilai komposisi menteri Kabinet Indonesia Maju justru lebih positif. Sejumlah figur seperti Erick Thohir, Bahlil Lahadalia, Wishnutama, dan Nadiem Makarim merupakan figur-figur yang selama ini memperoleh tempat di hati milenial.

"Saya pikir mereka adalah orang-orang terbaik yang dimiliki bangsa kita," ujar Arief Rosyid lewat pesan singkat yang diterima di Jakarta, Rabu.

Nama-nama tersebut, menurut dia, menginspirasi milenial untuk terus berkontribusi positif terhadap bangsa. Apalagi kabinet Jokowi akan fokus pada pengembangan sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Meskipun sudah 'cukup' terhadap dirinya sendiri, mereka tetap mau mengabdi pada bangsa dan negara ketika diminta oleh Pak Jokowi," ujar mantan ketua umum PB HMI ini.

Kabinet Indonesia Maju. (Foto: Antara)

Arief mengatakan, nama-nama baru lainnya, baik yang berasal dari unsur partai (Syahrul Yasin Limpo, Zainuddin Amali, Suharso Monoarfa) maupun dari profesional (dr. Terawan, Prof. Mahfud, Teten Masduki, dan Tito Karnavian) adalah figur-figur yang sudah teruji dan memiliki integritas atau track record yang baik selama ini.

Belum lagi menteri yang dipertahankan dalam periode sebelumnya, seperti Sri Mulyani, Muhadjir Effendy, Basuki Hadimuljono, Tjahjo Kumolo, dan Sofyan Djalil, mereka yang terbukti loyal pada Jokowi dalam merealisasikan visinya sebagai Presiden.

"Terpenting sekarang ialah agar mendukung kabinet yang dibentuk Presiden melalui kerja-kerja nyata di bidang kita masing-masing," kata Arief.

Sementara itu, dari Aceh, Ikram Hasballah berterima kasih kepada Presiden Indonesia yang telah memberikan tugas untuk Prabowo Subianto di Kabinet Indonesia Maju.

"Terima kasih kepada Bapak Presiden karena memberikan amanah kepercayaan kepada Bapak Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Kami sangat bangga, senang sekali hati kami," ujar Ikram melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Rabu.

Ke depan, dia berharap Prabowo dapat membangun bidang pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang lebih baik lagi. "Maka saran saya kepada Bapak Prabowo Subianto harus bekerja keras agar keamanan bangsa ini yang lebih maju," kata Ikram.

Editor : Djibril Muhammad

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda