Kemarau Ekstrem Ancam Habitat, 3 Orang Utan Dievakuasi dari Perkebunan Warga di Ketapang Kalbar
Murlan menambahkan, evakuasi dilakukan sebagai respons terhadap laporan masyarakat sekaligus untuk memastikan orang utan dapat kembali hidup di habitat yang sesuai.
"Langkah evakuasi ini merupakan bentuk komitmen penanganan cepat di lapangan. Kami memastikan satwa mendapatkan perlindungan optimal di habitat alam yang luas, aman, dan memiliki ketersediaan pakan melimpah," kata dia.
Sebelum dipindahkan, ketiga orang utan ini menjalani pemeriksaan medis oleh tim dokter hewan YIARI di lokasi. Hasil pemeriksaan menunjukkan ketiganya dalam kondisi sehat dan masih memiliki sifat liar alami, sehingga dinilai siap kembali hidup bebas di kawasan konservasi.
Proses translokasi dilakukan pada Jumat malam (21/8/2026). Setelah menempuh perjalanan melalui jalur darat dan sungai, ketiganya berhasil dilepasliarkan sekitar pukul 20.30 WIB di kawasan Taman Nasional Gunung Palung, Sektor Batu Barat.
Selain di Ketapang, BKSDA Kalimantan Barat juga menindaklanjuti laporan kemunculan orang utan di Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. Laporan ini diterima pada Kamis (20/8/2026) setelah satu individu orang utan diketahui melintas di sekitar perkebunan warga.